BALIEXPRESS.ID - Dalam prosesi nebes lan nunas taru serangkaian upacara ngodakin lan pasupati Ida Bhatara Pura Dalem Silapegat, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Minggu (4/1) diiringi pementasan teatrikal sloka.
Selain pembacaan sloka, ada juga hal menarik yaitu parade lukisan, yang digelar langsung oleh I Wayan Sujana alias Suklu.
Ketiga lukisannya ini pun dibuat untuk menggambarkan pelaksanaan upacara secara abstrak, yang menjadi dokumentasi.
Baca Juga: Prosesi Nunas Taru Awali Rangkaian Ngodakin Lan Pasupati Pura Dalem Silapegat Desa Adat Lepang
Menariknya lukisan ini tidak akan dimiliki oleh sang pelukis.
Melainkan hasil karyanya berencana dilelang dan hasilnya akan disumbangkan untuk meringankan anggaran upacara ngodakin dan masupati.
Suklu mengatakan, dirinya sering berkolaborasi dengan dalam pertunjukan teatrikal sloka dari Sanggar Bumi Bajra.
Karyanya kali ini bersifat otomatis yang merupakan ekspresi cepat sesuai intuisi, tidak merekam obyek tertentu.
“Jadi karyanya bisa abstraksi, ada bentuk muncul tapi samar. Nah itu akan memberikan kesempatan untuk audien, setiap audien itu akan membayangkan, memunculkan imaji-imaji yang berbeda-beda,” ujarnya.
Pelukis asal Lepang, Klungkung ini menyebutkan, karya lukisannya kali ini sebagai artefak atau sejarah yang dapat dilihat oleh generasi penerus.
Baca Juga: Cegah Kasus Kejahatan, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh Atensi Kerawanan Kamtibmas
Sebab lukisan yang dibuat akan merekam peristiwa atau pelaksanaan prosesi nebes dan nunas taru.
“Sebetulnya itu tujuannya, kalau ada performance kemudian ada seniman yang melukis itu untuk merekam peristiwa yang terjadi. Seperti ini nunas taru dan dijadikan prerai, nah ini ada juga rekamannya dan selain rekaman pertunjukan, juga dokumentasi kan pertunjukan. Nah akan lebih baik nanti dibuatkan purana,” ungkapnya.
Suklu mengaku, lukisan yang dibuat sebanyak tiga yang ukuran kanvasnya seluas 90 cm.
Lukisan tersebut pun memiliki perbedaan satu sama lain.
Disinggung terkait rencana lelang yang akan dilakukan, Suklu sangat mengapresiasi.
Terlebih dalam hal ini dirinya dapat ikut ngayah sebagai krama Desa Adat Lepang.
“Kalau itu nanti Panitia akan melelangkan itu sangat bagus untuk sedikit menyembangkan untuk ngodakin ini. Jadi itu mungkin cara seniman untuk juga ikut berpartisipasi,” paparnya.
Lebih lanjut, dirinya menyatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menghasilkan tiga lukisan tersebut.
Terpenting baginya adalah mengubungkan intuisi dengan Pura Dalem Silapegat.
Termasuk melihat pura tersebut dari sisi niskalanya.
“Karena Pura Dalem Silapegat ini benar-benar sangat spesifik dan unik menurut saya. Sampai saya membuat art space dengan batu belah itu sebetulnya kan Pura Dalem Silapegat,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga