Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jabat Kakanwil Kemenag Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha Dorong Pendidikan Agama Jadi Fondasi Peradaban Modern

I Gede Paramasutha • Senin, 5 Januari 2026 | 13:07 WIB
Kakanwil Kemenag Bali yang baru Dr. I Gusti Made Sunartha. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
Kakanwil Kemenag Bali yang baru Dr. I Gusti Made Sunartha. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID – Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M. resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Bali. Ia dilantik pada 30 Desember 2025 dan mengawali tahun baru dengan amanah besar untuk menjaga harmoni kehidupan beragama di Pulau Dewata.

Pelantikan menjadi Kakanwil Kemenag Provinsi Bali tersebut menjadi momen emosional bagi Sunartha. Ia mengaku jabatan baru yang diterimanya di awal tahun merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan.

“Ini momen yang memang mengharukan bagi saya. Di tahun baru ini saya dikasih jabatan baru juga,” ujarnya, ditemui di Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Denpasar, Senin (5/1).

Sebagai Kakanwil Kemenag Bali, Sunartha menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat lintas agama. Ia mengajak semua pihak.

Baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menjaga Bali sebagai daerah yang telah dikenal dunia karena toleransi, budaya, dan kedamaiannya.

“Untuk menjadi Kakanwil Bali, saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat semua lintas agama, siapapun yang tinggal di Bali mari kita sama-sama menjaga Bali,” tegasnya.

Menurutnya, menjaga Bali tidak hanya soal keamanan, tetapi juga penguatan iman, pelestarian budaya, seni, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Keempat aspek tersebut dinilainya menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban masyarakat Bali yang modern tanpa kehilangan jati diri.

Dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Senin (5/1), Sunartha mengungkapkan fokus pembahasan pada penguatan pendidikan agama.

Ia menilai pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membangun peradaban di tengah derasnya arus globalisasi.

“Saya ingin pendidikan agama (menjadi fondasi, red) membangun peradaban modern. Bagaimana generasi milenial dan generasi Z kita, penghayatan dan pengamalan agamanya semakin meningkat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan Menteri Agama yang menekankan pentingnya mendekatkan umat dengan ajaran agamanya sendiri.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan minimnya ajaran, melainkan jarak antara umat dan nilai-nilai agama akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan zaman.

Sunartha menegaskan bahwa semakin seseorang memahami dan mengamalkan ajaran agamanya secara mendalam, maka sikap toleransinya justru akan semakin kuat.

“Semakin seseorang itu agamawan, akan semakin toleran sebenarnya. Karena di setiap ajaran enam agama itu semuanya mengajarkan cinta kasih dan damai,” tuturnya.

Ia menilai tujuan seluruh agama pada hakikatnya sama, yakni menciptakan kehidupan manusia yang damai. Karena itu, kedamaian harus menjadi ikon bersama masyarakat Bali.

Terkait isu rasisme yang belakangan mencuat, Sunartha mengaku masih mempelajarinya. Ia menilai dunia digital saat ini sangat kompleks, di mana informasi kerap bercampur antara fakta dan konten semata untuk kepentingan tertentu.

“Saya juga belum mengerti mana yang real, mana yang konten cari uang, atau yang benar-benar faktual,” katanya. Karena itu, ia berharap dukungan dari media agar isu-isu keagamaan yang berpotensi memicu disharmoni tidak diekspos secara berlebihan. Ia mengajak semua pihak mengedepankan dialog dan komunikasi demi menjaga kerukunan umat beragama di Bali.

“Mohon yang kaitannya dengan agama dan hal-hal kontradiktif yang berpeluang membuat kita tidak rukun, mari kalau bisa kita duduk bersama dan komunikasi bersama,” pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#kemenag #bali #Kakanwil