Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selama Pujawali Pura Dhang Kahyangan Petitenget, Upacara Atiwa-tiwa Tidak Diperkenankan

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 6 Januari 2026 | 19:54 WIB

Salah satu prosesi upacara Ngajum Ida Bhatara sebagai rangkaian awal menjelang Pujawali Pura Dhang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, Selasa (6/1).
Salah satu prosesi upacara Ngajum Ida Bhatara sebagai rangkaian awal menjelang Pujawali Pura Dhang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, Selasa (6/1).

BALIEXPRESS.ID - Upacara Ngajum Ida Bhatara sebagai rangkaian awal menjelang Pujawali Pura Dhang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, telah dilaksanakan Selasa (6/1).

Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum pujawali ini sebagai tanda persiapan menyambut Ida Bhatara yang akan malinggih di pura.

Adapun jadwal upacara  saat puncak pujawali yaitu Ida Bhatara Tirta Tedun ke Jaba Tengah pukul 08.00 Wita, Pasamuan Hidangan di Jaba Tengah pukul 08.00 Wita, pasamuan Lelengisan di Jeroan pukul 10.00 Wita.

Baca Juga: Dialektika dan Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence

Pukul 13.00, Ida Pedanda Mapuja Ngaturang Pujawali, muspa bersama pukul 14.30 Wita, majaya-jaya parajuru pukul 15.00 Wita, Paecan- Ecan Ida Bhatara pukul 15.30 Wita.

Pamucuk Parajuru Pura Dhang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma mengatakan, hari ini dilaksanakan ngajum yaitu madengan-dengan dan ngias ida bhatara.

Selama pujawali, ia mengingatkan umat sedharma bahwa Ida Bhatara diperkirakan telah malinggih sekitar pukul 12.00 Wita, sehingga umat sudah dapat tangkil.

Baca Juga: Pastikan Tepat Sasaran, Kegiatan Penyuluh Agama di Yayasan Bhakti Senang Hati Dimonitoring

Umat juga diimbau untuk mengatur waktu persembahyangan dengan baik.

Mengingat puncak pujawali diperkirakan akan berlangsung padat, umat disarankan untuk tangkil dari pukul 07.00 Wita.

Pada puncak pujawali akan dilaksanakan upacara pangilen yang dipuput oleh Ida Ratu Perande Putra Telaga Griya Sanur dan diperkirakan selesai pukul 19.00 Wita.

Baca Juga: Ada Sanksi, Warga Desa Bongkasa Pertiwi Wajib Lakukan Pemilahan Sampah

Sehubungan dengan pelaksanaan pujawali, pengempon pura juga mengingatkan umat agar tidak melaksanakan upacara atiwa-tiwa di Pura Dalem Desa Adat Kerobokan mulai 6-10 Januari 2026.

Hal ini sesuai dengan purana Pura Dang Kahyangan Petitenget, yang menyebutkan bahwa saat Ida Bhatara dihaturkan pujawali, upacara atiwa-tiwa tidak diperkenankan dilaksanakan.

“Ida Bhatara Nyejer dari tanggal 8-10 Januari 2026 dan sampai tanggal 10 Januari agar krama di Desa Adat Kerobokan tidak melaksanakan upacara atiwa-tiwa," ujarnya.

Ida Bhatara akan malinggih hingga 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WITA sebelum dilakukan prosesi masineb atau penutupan upacara.

Adapun tingkatan pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget tergolong Jelih Nadi dengan upakara Bebangkit Pregembal.

Pujawali di pura kahyangan jagat ini dilaksanakan enam bulan sekali pada Buda, Wage, Merakih dan menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat sradha dan bhakti. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#kerobokan #pujawali #petitenget