Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sebelum Meninggal di Kebun Bangli, Made Darma Sempat Beri Kabar Lewat WA kepada Istri

I Made Mertawan • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:00 WIB
Polisi melakukan evakuasi korban tertimpa batang kayu, Sabtu (10/1/2026).
Polisi melakukan evakuasi korban tertimpa batang kayu, Sabtu (10/1/2026).

BALIEXPRESS.ID- Warga Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Kabupaten Bangli, dikejutkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di area perkebunan pada Sabtu (10/1/2026).

Korban diketahui bernama I Made Darma Negara, 49, warga setempat yang selama ini tinggal di Gianyar.

Darma Negara ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kebunnya. Dugaan sementara, ia tertimpa batang kayu saat menebang pohon.

Informasi awal kejadian diperoleh dari I Wayan Tangkas Sudiasa,43, warga setempat, yang sekitar pukul 18.00 Wita melintas di jalan dekat kebun korban.

Saat itu, Tangkas melihat sepeda motor terparkir di pinggir jalan tanpa pemilik, sehingga menimbulkan kecurigaan.

Saat melintas kembali di jalur yang sama, Tangkas menemukan sepasang sepatu dan tubuh korban tergeletak di dalam kebun. Bagian kepala korban tertutup dahan kayu, sehingga tidak terlihat jelas.

Mengetahui hal tersebut, Tangkas segera memanggil pamannya, I Nengah Darmayasa, lalu menghubungi pihak keluarga korban.

Bersama keluarga, mereka mendatangi lokasi, namun korban dipastikan sudah meninggal dunia.

Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan mesin senso dan batang kayu yang telah ditebang di sekitar lokasi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bangli untuk pemeriksaan medis.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, Minggu (11/1/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban sehari-hari tinggal di Keramas, Gianyar, dan rutin datang ke Bangli untuk mengurus kebunnya.

Sehari sebelum kejadian, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, saksi sempat mendengar suara mesin senso dari arah kebun korban.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat bagian kepala terkena batang kayu yang ditebangnya.

Istri korban, Ni Made Arini,50, kepada polisi menuturkan suaminya berangkat dari rumah di Gianyar menuju Bangli pada Jumat siang.

Kontak terakhir terjadi sekitar pukul 14.55 Wita melalui pesan WhatsApp, di mana korban mengabari telah tiba di kebun dan menyampaikan tanaman jagung yang ditanamnya mulai tumbuh.

Setelah itu, tidak ada percakapan lanjutan.  Arini sempat mencoba menghubungi sang suami pada Jumat sore sekitar pukul 19.00 Wita menggunakan ponsel milik anaknya, namun tidak tersambung.

Upaya menghubungi kembali dilakukan sekitar pukul 01.20 Wita, namun korban tetap tidak dapat dihubungi. Korban baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#gianyar #bangli #tertimpa pohon