Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Peristiwa Pengeroyokan di Tigawasa Berujung Saling Lapor

Dian Suryantini • Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Peristiwa yang terjadi di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Jumat malam, 9 Januari 2026, berkembang menjadi persoalan hukum setelah masing-masing pihak yang terlibat saling melapor ke kepolisian. Dua laporan resmi telah diterima Polres Buleleng. Masing-masing terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Polres Buleleng pun memastikan seluruh laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Aparat berupaya mengurai kejadian secara utuh dengan menggali keterangan dari berbagai pihak serta mengumpulkan alat bukti yang relevan.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya dua laporan yang berkaitan dengan satu rangkaian peristiwa di Desa Tigawasa. Menurutnya, kedua laporan disampaikan berdasarkan versi kejadian yang dialami masing-masing pelapor.

“Benar, terdapat dua laporan polisi terkait kejadian di Desa Tigawasa pada Jumat, 9 Januari 2026. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui fakta yang sebenarnya,” ujar IPTU Yohana saat dikonfirmasi, Senin (12/1).

Baca Juga: Suara Mesin Motor Picu Aksi Pemukulan di Tigawasa Buleleng, Satu Terluka

Laporan pertama terdaftar di Polres Buleleng dengan Nomor LP/B/12/I/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 10 Januari 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA di Jalan Tempekan Pangus Sari, Desa Tigawasa.

Dalam laporan itu, korban atas nama I Made Martawan, 29, seorang karyawan swasta, menyampaikan bahwa dirinya bersama Komang Sudiantara, 31, petani/pekebun, baru saja pulang usai membeli dan minum tuak di wilayah Munduk Ngandang. Keduanya melaju menggunakan sepeda motor, namun ditengah perjalanan kendaraan tersebut terjatuh akibat kondisi jalan yang licin karena hujan.

Saat berupaya mengangkat sepeda motor, korban mengaku sempat terlibat adu mulut dengan warga setempat. Cekcok tersebut kemudian berujung pada dugaan pemukulan secara berulang ke arah wajah korban hingga ia terjatuh. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian bibir atas dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Sementara itu, laporan kedua tercatat di Polsek Banjar dengan Nomor LP/B/2/I/2026/SPKT/Polsek Banjar/Polres Buleleng/Polda Bali, juga tertanggal 10 Januari 2026. Laporan ini dibuat oleh I Made Punayasa, petani/pekebun yang merupakan warga Banjar Dinas Pangus Sari, Desa Tigawasa.

Dalam keterangannya, menyebutkan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA, empat orang menggeber-geber sepeda motor di depan rumahnya sehingga menimbulkan gangguan. Korban kemudian keluar rumah untuk menegur kelompok tersebut. Namun, setelah ditegur, para terlapor justru berhenti di depan rumah dan diduga melakukan tindakan kekerasan berupa menarik baju, mendorong, serta memukul korban secara bergantian.

Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka di beberapa bagian tubuh, diantaranya luka pada dahi kanan, bengkak di dahi kiri, luka cakaran di perut sebelah kiri, serta nyeri pada leher dan kepala bagian belakang. Korban juga mengaku sempat terjatuh dan tidak sepenuhnya mengingat kejadian hingga warga sekitar datang melerai.

IPTU Yohana menegaskan bahwa kepolisian akan menangani kedua laporan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum. Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, korban, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan kronologi kejadian dan peran masing-masing individu.

Polres Buleleng juga mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri, tidak terpancing emosi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian demi terciptanya penyelesaian yang adil dan sesuai hukum. ***

 

Editor : Dian Suryantini
#tigawasa #cekcok #adu mulut #tuak #Munduk Ngandang #polres buleleng