BALIEXPRESS.ID- Memasuki musim tanam pertama Januari 2026, pihak daya tarik wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan menyerahkan pupuk kepada tujuh kelihan tempek subak yang ada di Jatiluwih.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna, menyebutkan total luasan lahan yang mendapatkan bantuan pupuk kali ini mencapai 227,41 hektare.
Dalam penyaluran tahun ini, pihak manajemen mengambil kebijakan khusus dengan memberikan tambahan volume pupuk sebagai bentuk apresiasi kepada petani.
"Kami ingin memastikan petani memiliki cadangan yang cukup, sehingga setiap tempek kami berikan kelebihan pupuk sebesar 10 kg dari perhitungan standar luasan lahan, jadi total jumlah pupuk yang diserahkan mencapai 22.811 ton," jelasnya Senin (12/1/2026).
Adapun rincian penyaluran pupuk kepada tujuh tempek meliputi, Subak Gunung Sari dengan 4,859 ton, Subak Kedamaian 2,216 ton, dan Subak Besikalung 3,763 ton.
Selanjutnya, Subak Kesambi 1,396 ton, Subak Umakayu 2,204 ton, Subak Telabah Gede yang merupakan yakni 6,51 ton, serta Subak Umaduwi 1,863 ton.
Pupuk tersebut akan dipergunakan untuk aktivitas pertanian di kawasan DTW Jatiluwih.
Dari jumlah tersebut, dikatakan Jhon, per satu kilogram pupuk bisa digunakan untuk satu are lahan.
"Pariwisata di sini ada karena petani masih tetap menjaga warisan leluhur berupa sawah yang dikerjakan secara alami dan tradisional. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban manajemen untuk mendukung penuh kebutuhan sarana produksi, terutama pupuk di awal musim tanam seperti sekarang," tambahnya.
Lanjutnya, penyerahan pupuk akan dilakukan secara berkala dengan harapan bisa mengantisipasi kekurangan pupuk di tengah fluktuasi harga sarana produksi pertanian, yang salah satunya adalah pupuk.
“Dengan dukungan kuat dari manajemen, Jatiluwih optimis dapat mempertahankan eksistensinya sebagai lumbung pangan sekaligus destinasi wisata hijau utama di Bali,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan