Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Genangan Tahunan di Pancasari, PUTR Buleleng Fokuskan Penanganan Drainase

Dian Suryantini • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:45 WIB

Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra
Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Hujan deras yang turun di kawasan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng selalu menyisakan cerita lama. Setiap musim hujan, genangan air bertahan berjam-jam di ruas jalan tertentu. Kondisi ini kembali terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, saat curah hujan tinggi membuat air melimpah dari dua arah sekaligus dan mengumpul di satu titik yang sama.

Air datang dari arah barat dan timur desa, lalu berhenti di kawasan yang secara alami berada pada kontur rendah. Tak heran jika setiap musim hujan tiba, Pancasari kerap menjadi kolam dadakan yang mengganggu aktivitas warga maupun arus lalu lintas di sekitarnya. Terutama pada ruas kawasan Bali Handara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan bahwa posisi wilayah yang cekung menjadi faktor utama genangan sulit dihindari ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Airnya berkumpul di satu titik karena wilayahnya memang lebih rendah dibanding sekitarnya,” ujarnya, Selasa (13/1).

Baca Juga: Jam Sekolah dan Kerja Picu Kepadatan Parah di Jalan Laksamana

Belajar dari kejadian yang berulang, Dinas PUTR Buleleng bergerak cepat. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah membangun sodetan sebagai jalur pembuangan air tambahan. Sodetan ini dirancang untuk mempercepat aliran air menuju Danau Buyan, sehingga tidak lagi tertahan lama di kawasan permukiman.

Panjang sodetan yang sedang dikerjakan mencapai sekitar 700 meter, membentang dari arah Bali Handara hingga ke danau. Proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan dapat segera memberikan dampak saat hujan turun berikutnya. Untuk pembangunan sodetan ini, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran sebesar Rp800 juta dari APBD Buleleng.

Namun, Adiptha mengingatkan bahwa sodetan bukan satu-satunya jawaban. Masalah lain yang tak kalah penting adalah kondisi drainase yang kerap dipenuhi lumpur setiap kali hujan deras mengguyur.

Menurutnya, aliran air yang membawa material tanah membuat sedimentasi cepat terjadi. Akibatnya, kapasitas saluran menyusut dan air tak tertampung maksimal.

“Drainase di kawasan Bali Handara ukurannya sebenarnya cukup besar, 2x2 meter. Tapi karena sedimen bisa sampai setengahnya, fungsinya jadi jauh berkurang,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembersihan drainase harus dilakukan secara rutin agar saluran tetap berfungsi optimal. Tanpa perawatan berkala, genangan akan terus berulang meski sodetan sudah dibangun.

Lebih jauh, Adiptha menyebut pembangunan sodetan ini baru menjadi solusi jangka pendek. Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah lanjutan agar masalah genangan di Pancasari tidak menjadi persoalan tahunan.

Dinas PUTR Buleleng telah menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VIII). Koordinasi ini penting mengingat ruas jalan di kawasan tersebut merupakan jalan nasional yang penanganannya memerlukan sinergi lintas instansi.

Untuk jangka menengah, salah satu opsi yang disiapkan adalah memperbesar kapasitas drainase di titik-titik sempit. Contohnya di depan kawasan Bali Farm House, yang saat ini hanya memiliki saluran berukuran 1x1 meter.

“Kalau dimensinya diperbesar menjadi 2x2 meter dan ditambah jalur pembuangan lain, air bisa lebih cepat mengalir ke danau,” tutupnya. ***

 

Editor : Dian Suryantini
#hujan deras #pancasari #putr #danau buyan #musim hujan #Alami #Sodetan #buleleng #bali handara