BALIEXPRESS.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Bali mendeteksi dua kasus Superflu setelah pasien yang bersangkutan menjalani perawatan di rumah sakit rujukan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Kedua pasien sebelumnya dicurigai mengalami Superflu berdasarkan gejala klinis yang muncul saat dirawat di fasilitas kesehatan sentinel.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa influenza merupakan salah satu penyakit yang masuk dalam sistem surveilans rutin Dinas Kesehatan.
Umumnya, pasien influenza yang dirawat di rumah sakit menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.
Baca Juga: IKM Bali Bangkit Jadi Etalase Permanen hingga 2030, Omset Capai Rp17,4 Miliar
“Apabila dirawat di rumah sakit Sentinel kami yang mengalami gejala seperti itu memang biasanya dilakukan pengambilan spesimen dan spesimen itu kita kirim ke Laboratorium Rujukan Nasional. Kendalanya adalah memang hasilnya itu memang cukup lama karena mengingatkan seluruh Indonesia ya seluruh Indonesia,” ucapnya, Selasa (13/1).
Ia menyampaikan, hasil pemeriksaan laboratorium yang baru diterima Dinkes Bali mengonfirmasi dua pasien dinyatakan positif Superflu.
Namun, kedua pasien tersebut diketahui menjalani perawatan pada Oktober lalu dan kini telah pulih.
“Hasilnya bahwa memang dikatakan positif dua. Dan itu pun kita sudah telusuri bahwa pasiennya itu dirawat di bulan Oktober. Kita sudah lakukan penelitian epidemiologi, sudah kita telepon bahwa pasiennya sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan kita juga sudah telusuri di sekitarnya itu tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama influenza seperti itu,” jelasnya.
Baca Juga: Cerminan Diri, Perilaku sebagai Wajah Sejati Manusia Tertuang Dalam Sarasamuccaya Sloka 83
dr. Raka menegaskan bahwa pengambilan spesimen dilakukan karena kedua pasien menunjukkan gejala influenza.
Keduanya dirawat di salah satu RSUD yang ditunjuk sebagai Sentinel ILI dan SARI, sementara fasilitas puskesmas sentinel berada di wilayah Kota Denpasar.
Selain itu, tidak ditemukan riwayat perjalanan ke luar negeri pada kedua pasien tersebut.
Penanganan pasien Superflu dilakukan dengan prosedur yang sama seperti pasien Covid-19 maupun influenza lainnya.
Pasien diberikan terapi medis dan ditempatkan di ruang isolasi khusus.
Sampel kemudian diambil dan dikirim untuk pemeriksaan laboratorium, sementara kewaspadaan tetap diterapkan tanpa menunggu hasil akhir.
Baca Juga: Honda Care Bali Siap Melayani Konsumen Astra Motor Bali Dengan 29 Armada
“Jadi bisa dikatakan ya kita juga tidak tergantung dengan hasil laboratorium. Tapi langkah-langkah bagaimana agar influenza ini tidak menjadi kejadian luar biasa gitu. Karena kami di surveillance prinsipnya adalah bagaimana misalnya satu gedung hotel, satu terbakar itu sudah bisa langsung kami padamkan, tidak menyebar ke ruangan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Superflu merupakan influenza tipe A yang sudah lama dikenal sehingga tidak dikategorikan sebagai kejadian luar biasa seperti halnya Covid-19 yang disebabkan virus baru.
Selain dua kasus positif tersebut, pemeriksaan juga dilakukan terhadap lima pasien lain pada November 2025, dengan hasil seluruhnya dinyatakan negatif Superflu.
Kedua pasien positif Superflu tidak memiliki hubungan keluarga.
Baca Juga: Water Meter Hilang, PDAM Badung Ganti Baru
Salah satu alasan dilakukan pengambilan spesimen karena keduanya mengalami gejala sesak napas atau radang paru.
Meski demikian, faktor penyakit penyerta juga menjadi perhatian dalam kasus Superflu.
“Ada kemungkinan karena penyakit bawaan juga, yang diwaspadai superflu ini kan memang komorbid ya. Itu jadi anak-anak lansia memiliki komorbid. Kedua pasien masih usia produktif 40 sampai 50 tahun dan keduanya laki-laki,” terangnya.
Ke depan, Dinkes Bali akan memperkuat sistem surveilans dengan meningkatkan kewaspadaan dan respons hingga tingkat puskesmas.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga pola istirahat, mencukupi asupan cairan, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
“Kalau misalnya sudah merasa tidak enak badan tetap menggunakan masker dan segera ke fasilitas kesehatan agar bisa dilakukan pemeriksaan kemudian pengobatan yang tepat itu sehingga tentu saja kami juga dengan informasi dari Faskes tentu kita juga akan melakukan langkah-langkah di masyarakat,” katanya.(***)
Editor : Rika Riyanti