Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hentikan Gajah Tunggang, Bali Zoo Fokuskan Penguatan Edukasi Konservasi kepada Pengunjung

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:12 WIB

 

GAJAH : Gajah di Bali Zoo yang menjadi daya tarik pengunjung.
GAJAH : Gajah di Bali Zoo yang menjadi daya tarik pengunjung.

BALIEXPRESS. ID - Bali Zoo resmi menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang terhitung sejak 1 Januari 2026 lalu. Kebijakan ini menjadi langkah strategis lembaga konservasi tersebut dalam menegaskan komitmen terhadap kepedulian lingkungan, khususnya perlindungan dan kesejahteraan satwa, serta pengelolaan konservasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Head of Public Relations Bali Zoo, Emma Chandra. Ia menegaskan bahwa penghentian gajah tunggang dilakukan demi memastikan kesejahteraan gajah tetap terjaga secara optimal. Menurutnya, praktik konservasi modern harus mengedepankan kebutuhan alami satwa, bukan semata-mata sebagai sarana hiburan bagi manusia.

“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama Bali Zoo. Penghentian gajah tunggang merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak bagi gajah, sekaligus memastikan standar perawatan dan pengelolaan terus ditingkatkan,” ujar Emma dalam keterangan resminya, Kamis (15/1).

Emma menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025 tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Bali Zoo juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai KSDA Bali guna memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan dihentikannya aktivitas gajah tunggang, Bali Zoo berharap gajah-gajah yang berada di kawasan konservasi memiliki ruang dan waktu yang lebih luas untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Hal ini mencakup peningkatan interaksi sosial antar gajah, serta partisipasi dalam program perawatan dan enrichment yang mendukung kesehatan fisik maupun mental satwa.

Ke depan, Bali Zoo akan memfokuskan pengelolaan gajah pada perawatan harian yang lebih optimal, penguatan edukasi konservasi kepada pengunjung, serta pengembangan pengalaman wisata yang berorientasi pada pembelajaran, empati, dan kepedulian terhadap satwa. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perlindungan satwa liar. *

Editor : Putu Agus Adegrantika