Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kerjasama Lintas Sektoral, Penyuluh Agama Gelar Pembinaan Calon Pengantin di Desa Belega

Putu Agus Adegrantika • Senin, 19 Januari 2026 | 20:53 WIB
CATIN : Pembinaan calon pengantin oleh Penyuluh Agama Hindu dan Pendampingan Kesehatan di Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar.
CATIN : Pembinaan calon pengantin oleh Penyuluh Agama Hindu dan Pendampingan Kesehatan di Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar.

BALIEXPRESS. ID— Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar terus memperkuat pembinaan kehidupan berumah tangga melalui program bimbingan pranikah. Kali ini, kegiatan bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Blahbatuh, Ni Wayan Wintari, kepada calon pengantin (catin) di Banjar Belega Kanginan, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah calon pengantin sebagai bentuk pendekatan persuasif dan humanis. Langkah ini diambil agar materi penyuluhan dapat diterima dengan lebih efektif, sekaligus menciptakan suasana dialog yang terbuka dan kekeluargaan.

Dalam pelaksanaannya, penyuluhan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta Kader Kesehatan Masyarakat Desa Belega. Sinergi ini bertujuan memberikan pembekalan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga aspek kesehatan dan perencanaan keluarga.

“Materi yang disampaikan mencakup pemahaman ajaran agama Hindu tentang grahasta asrama sebagai tahapan kehidupan berumah tangga. Selain itu, calon pengantin juga dibekali pengetahuan mengenai kesiapan mental dan emosional, pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab,” paparnya.

Ni Wayan Wintari dalam penyampaiannya menekankan bahwa persiapan pernikahan tidak cukup hanya bersifat seremonial. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban suami istri serta pengamalan nilai-nilai dharma menjadi kunci utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan langgeng.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. “Oleh karena itu, calon pengantin diharapkan mampu membangun keluarga yang sukinah, saling menghormati, dan mampu menyelesaikan permasalahan rumah tangga dengan bijaksana,” tegas Wintari.

Melalui kegiatan bimbingan pranikah ini, Kemenag Gianyar berharap calon pengantin memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga ke depan. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mencegah konflik keluarga sejak dini, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga Hindu di Kabupaten Gianyar. *

Editor : Putu Agus Adegrantika