Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Satu Keluarga Tersapu Air Bah di Marga Tabanan, Ibu dan Bayi Usia 18 Bulan Hilang

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:49 WIB

 

Lokasi rumah korban tersapu air bah di pinggir sungai saluran irigasi Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (21/1/2026).
Lokasi rumah korban tersapu air bah di pinggir sungai saluran irigasi Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (21/1/2026).

BALIEXPRESS.ID-  Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (21/1/2026) dini hari di Tabanan membuat air saluran irigasi Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga meluap dan menghantam rumah kos yang ada di pinggir sungai.

Akibatnya, satu keluarga yang tinggal di rumah kos tersebut, yang terdiri dari empat orang tersapu air bah.

Dari empat orang tersebut, dua di antaranya berhasil selamat karena tersangkut di rumpun pohon bambu sedangkan dua orang lainnya hingga Rabu sore masih  belum ditemukan.

Ada pun keempat korban terjangan air bah yang tinggal di rumah semi permanen sejak tahun 2024 tersebut adalah Semi Christian Banafanu,30, (suami), Yuliana Da Costa Makun,27, (istri, masih hilang), Nathalia Dequenza Banafanu,6, (anak) dan Audrey Nathania Banafanu (18 bulan, anak masih hilang).

Wayan Toblo, salah seorang warga banjar Ancak, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pada Rabu (21/1) pukul 04.00 Wita.

Air bah dikatakan Toblo menerjang tembok rumah semi permanen yang ditempati keluarga Banfanu karena senderan Perumahan Kuwum Asri II ambruk.

“Puing-puing menutup sungai yang merupakan saluran irigasi tersebut, sehingga debit air meluap dan menerjang tembok rumah Banafanu. Saking derasnya air, garasi di rumah itu juga ambrol. Satu mobil bahkan bergeser sekitar 3 meter dari lokasi karena derasnya aliran air," jelasnya.

Saat air bah masuk ke rumah Banafanu, dikatakan Toblo keluarga tersebut panik dan berusaha menyelamatkan diri menuju bangunan wantilan di sebelah barat.

Namun sayang, saat hendak menuju wantilan itu, istri dan dua anak Banafanu dihantam air bah.

Banafanu kemudian berusaha menolong putri sulungnya bernama Nathalia Dequenza Banafanu dan berhasil diselamatkan ke pinggir. Namun, istri dan anak bungsunya yang bernama Audrey Nathania hanyut terbawa air.

“Banafanu berusaha untuk menyelamatkan anak bungsu dan istrinya, namun tidak bisa. Banafanu sendiri ditemukan oleh tim penyelamat tersangkut di rumpun bambu dengan kondisi patah kaki,” papar Toblo.

Setelah diselamatkan Banafanu dibawa ke RSUD Tabanan untuk menjalani perawatan. Sedangkan anak sulungnya diselamatkan oleh tantenya yang bernama Febriana Dacosta yang juga tinggal di rumah tersebut, saat ini sedang dititipkan di rumah kerabatnya.

Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf Trijuang Danarjati, menjelaskan proses pencarian ibu dan anak itu melibatkan puluhan personel dari unsur Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan warga.

Menurutnya, tim SAR gabungan berjibaku menyusuri aliran sungai tersebut.
"Penyusuran sepanjang aliran sungai secara manual sejauh 2 kilometer. Kami susuri dulu karena kondisi sungai masih deras," ujar Trijuang.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, ketika meninjau langsung ke lokasi kejadian, berharap proses pencarian korban berjalan dengan lancar dan korban hilang bisa segera ditemukan.

“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana ketika cuaca ekstrem tengah melanda,” harapnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#terseret arus #Air Bah #tabanan