Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Komisi IV DPRD Bali Datangi SMK 1 Mas Ubud, Temui Sebagian Lahan Sekolah Berdiri di Lahan Sewa

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:39 WIB
KUNJUNGAN : Komisi IV DPRD Bali kunjungi SMK 1 Mas Ubud.
KUNJUNGAN : Komisi IV DPRD Bali kunjungi SMK 1 Mas Ubud.

BALIEXPRESS.ID – Keterbatasan sarana prasarana tak menjadi penghalang bagi SMK 1 Mas Ubud, Gianyar, untuk terus berinovasi. Hal tersebut terungkap saat Komisi IV DPRD Bali yang membidangi sektor pendidikan melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Kamis (22/1).

Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta ini menyoroti kuatnya kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sekolah dengan keterbatasan infrastruktur, namun tetap mampu menjaga kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan citra sekolah di mata publik.

Kepala SMK 1 Mas Ubud Komang Purwata menjelaskan, saat ini sekolah memiliki 1.347 siswa yang terbagi dalam 41 rombongan belajar (rombel). Ironisnya, jumlah ruang kelas yang tersedia hanya 27 ruang, sehingga secara logika berpotensi menimbulkan persoalan serius dalam proses belajar mengajar.

Namun, berbeda dengan kebanyakan sekolah lain, SMK 1 Mas Ubud justru tidak menerapkan sistem double shift (pagi–siang). Kekurangan ruang disiasati melalui serangkaian terobosan sistemik yang dirancang secara terintegrasi.

“Kami menerapkan delapan terobosan, mulai dari sistem blok, moving class, optimalisasi portal belajar.smkn1mas.sch.id, pembelajaran berbasis proyek di akhir semester, outing ke destinasi wisata untuk pembelajaran Bahasa Inggris, digitalisasi menyeluruh, pengembangan kompetensi dan potensi siswa berbasis komunitas, hingga pembelajaran mikrokredensial dan kemitraan kelas industri,” paparnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Kepala SMK 1 Mas Ubud. Menurutnya, kemampuan seorang pemimpin dalam berinovasi terbukti mampu menjaga mutu pendidikan meski berada di tengah keterbatasan fasilitas.

“Kemampuan pemimpin untuk terus berinovasi sangat memengaruhi kualitas pembelajaran sekaligus persepsi publik terhadap sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD Bali memberikan catatan penting terkait status aset sekolah. Diketahui, sebagian lahan yang digunakan SMK 1 Mas Ubud masih berstatus sewa. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu keberlangsungan jangka panjang dunia pendidikan di sekolah tersebut.

“Status lahan ini harus dicarikan solusi permanen demi keberlanjutan pendidikan,” tegas Suwirta yang juga mantan Bupati Klungkung dua periode.

Selain persoalan lahan, Komisi IV DPRD Bali juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini dinilai strategis sebagai antisipasi apabila terjadi pergantian kepala sekolah maupun pejabat struktural lainnya, agar irama inovasi yang telah dibangun tidak terhenti.*

Editor : Putu Agus Adegrantika