BALIEXPRESS.ID – Bale kulkul di Pura Puser Tasik, Desa Adat Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli, mengalami kerusakan.
Bangunan cagar budaya tersebut tertimpa dahan pohon beringin yang patah akibat angin kencang, Jumat (23/1/2026).
Ngakan Aji Mangku Puser Tasik Alitan mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
Saat kejadian, wilayah Desa Bangbang diterpa angin kencang. Angin berhembus dari barat mematahkan dahan pohon beringin depan Pura Puser Tasik.
“Ada angin yang cukup keras dari barat. Itu yang menyebabkan dahan pohon beringin patah dan menimpa bale kulkul,” ujar pamangku Pura Puser Tasik ini saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, upaya antisipasi sebenarnya telah dilakukan oleh pihak Desa Adat Bangbang selaku pangempon pura.
Sejumlah dahan pohon beringin telah dipangkas. Namun, proses pemangkasan belum sepenuhnya rampung.
“Belum semua dahan dipotong, ternyata pohon patah menimpa bale kulkul,” jelasnya.
Pasca-kejadian tersebut, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, mengingat kerusakan terjadi akibat bencana alam.
Terlebih, Pura Puser Tasik beserta bale kulkulnya merupakan bangunan cagar budaya.
Ia menambahkan, proses perbaikan nantinya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Material bangunan harus menyesuaikan dengan kondisi asli, demikian pula orang yang mengerjakan harus memiliki kompetensi khusus. Oleh karena itu, biaya perbaikannya tentu akan lebih mahal.
Aji Mangku berharap bale kulkul tersebut dapat segera diperbaiki. Hal itu mengingat Pura Puser Tasik dijadwalkan menggelar karya agung pada tahun 2028.
“Wali lagi dua bulanan. Untuk upacara rutin setiap tahun ada Ngusaba Desa pada Purnama Kalima. Tahun 2028 itu karya agung," pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan