Lagu ini tentu tidak tercipta begitu saja. Inspirasi ini lahir bahwa tidak semua cinta berakhir lalu dimiliki. Sebagian hanya singgah, menguatkan, lalu perlahan menepi.
Perasaan itulah yang dirangkai dalam single terbaru Pompi Sugiartana, sebuah lagu berjudul Pahlawan Pengganti yang belakangan ramai diperbincangkan di jagat media sosial.
Lagu ini mengisahkan seorang pria yang tulus mencintai seorang perempuan, namun harus menerima kenyataan pahit: perempuan yang dicintainya belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang masa lalu sang mantan.
“Kisah penulis lagu ini hadir sebagai penopang, sebagai penguat, namun bukan sebagai tujuan akhir. Sebuah posisi sunyi yang kerap dialami, tetapi jarang diungkapkan dengan jujur,” kata Pompi kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu (25/1)
Menariknya, Pahlawan Pengganti bukan sekadar cerita fiktif. Lagu ini merupakan kisah nyata dari sang pencipta lagu, Wija Murti, musisi asal Belimbing, Tabanan.
Baca Juga: Putu Winata Melukis Keindahan Sekaligus Polemik Jatiluwih, Harapkan Penataan Utamakan Petani
Perasaan yang pernah dialami itu kemudian dipercayakan kepada Pompi Sugiartana untuk dibawakan, menjadikan lagu ini terasa lebih personal dan penuh emosi.
“Tiang hanya dipercaya menyampaikan isi hati yang memang pernah terjadi,” ungkap Pompi. Ia menyebut lagu ini sebagai ruang kejujuran, baik bagi pencipta maupun pendengarnya, yang mungkin pernah berada di posisi serupa: mencintai tanpa benar-benar dimiliki.
Dari sisi musikal, Pahlawan Pengganti digarap dengan aransemen yang kuat oleh Gede Giri Astawa. Balutan musiknya sederhana namun menghunjam, memberi ruang bagi lirik untuk berbicara.
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian publik adalah penggalan lirik yang viral, dikenal dengan frasa “reting kanan belok kiri”, sebuah metafora sederhana namun sarat makna tentang kebimbangan dan arah perasaan yang tak menentu.
Tak butuh waktu lama, lagu ini langsung viral. Pahlawan Pengganti resmi tayang di channel YouTube Pompi Sugiartana, sekaligus menjadi single kelima yang dirilis secara mandiri. Meski baru dirilis 23 jam, namun sudah ditonton 35 rbu kali.
Baca Juga: Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
Bagi Pompi Sugiartana, lagu ini bukan sekadar pencapaian karier, tetapi juga bukti bahwa karya yang lahir dari kejujuran rasa selalu menemukan jalannya sendiri.
“Pahlawan Pengganti menjadi pengingat, bahwa dalam cinta, tidak semua yang berjuang akan menang, namun setiap perasaan tetap layak dihargai” pungkasnya.
Berikut Lirik Pahlawan Pengganti
Mule dueg adi maang bli harapan
Setulus hati beli nyayangang
Beli care tisu menghapus air mata adi
Disaat adi menahan sakit patah hati
Jani beli sube sadar ken kenyataan
Sing nyandang adi sayangang
Ape buin mencintai adi sepenuh hati perasaan adi tertinggal hanya untuk mantan adi
Reff:
Ampurang beli nganteg dini mencintai
Tresnan adi reting kanan belok kiri
Kaden sujati tresnane nancep di hati
Ternyata beli dadi pahlawan pengganti
Ampurang beli nganteg dini mencintai
Tresnan adi reting kanan belok kiri
Kaden sujati tresnane neket di hati
Ternyata beli dadi pahlawan pengganti
Ampurang beli nganteg dini mencintai
Tresnan adi reting kanan belok kiri
Kaden sujati tresnane nancep di hati
Ternyata beli dadi pahlawan pengganti
Editor : I Putu Mardika