BALIEXPRESS.ID - Sejak awal dicanangkan, hingga kini belum seluruh siswa di Kabupaten Badung menerima manfaat program Makan Siang Gratis (MBG).
Hal ini lantaran dari 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru melayani 150 sekolah.
Sementara untuk jumlah siswa yang menerima program yang hampir setahun dijalankan ini, baru sebanyak 42.083 orang dari jenjang TK, SD, dan SMP.
Baca Juga: Wabup Bagus Alit Sucipta Melayat ke Rumah Duka di Kelurahan Kapal
Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikpora Badung, Rai Twistiyanti Raharja, saat dikonfirmasi Senin (26/1).
Namun dirinya menyebutkan, program ini merupakan ranah oemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
Bahkan penyaluran program MBG ini pun langsung melalui SPPG.
Baca Juga: Parwata Ingatkan Negara Harus Menjamin Hak Masyakarat BerIbadah
“Untuk program MBG sampun (sudah jalan). Ada juga yang per hari ini," ujar Rai.
Pihaknya menyebutkan, dari data yang dimiliki ada 150 sekolah dengan 42.083 siswa yang menerima program MBG.
Terkait kelancaran program ini diakui sangat bergantung dari SPPG.
Baca Juga: Bahas Hibah Pura, Komisi IV DPRD Badung Gelar Rapat Kerja
Untuk itu pihaknya tidak berani memastikan kapan seluruh siswa di Badung menikmati makan siang gratis.
"Itu tergantung kesiapan BGN dan yayasan. Karena dapur dibangun yang langsung dibawah Badan Gizi Nasional. Untuk membangun dapur juga perlu persyaratan dan ijin," ungkapnya.
Namun dirinya kembali memastikan, program MBG sejatinya sudah berjalan di Kabupaten Badung.
Bahkan telah menyebtuh seluruh kecamatan, hanya saja belum menyentuh seluruh sekolah.
“Semua jenjang dapat MBG (siswa TK/PAUD, SD, SMP dan SMK/SMA),” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, di tahun 2025 Pemkab Badung sejatinya menyiapkan anggaran untuk menjalankan program tersebut.
Hanya saja anggaran sebesar Rp 16 miliar tidak dapat digunakan, lantaran program MBG dijalankan oleh pemerintah pusat. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga