Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

I Komang Adi Sudarta, Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar, Pemuda Penuh Semangat dan Kesederhanaan

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 28 Januari 2026 | 20:45 WIB
I Komang Adi Sudarta, Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar
I Komang Adi Sudarta, Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar

BALIEXPRESS. ID- Pemuda kelahiran Banjar Sampiang, Gianyar, I Komang Adi Sudarta bukan berasal dari keluarga dengan latar pendidikan tinggi. Orang tuanya bahkan tidak menamatkan sekolah dasar. Namun dari lingkungan itulah nilai kerja keras, kesabaran, dan kejujuran justru bersemi kuat.

Lahir di Gianyar pada 2 Desember 1998, Komang Adi menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Gianyar. Sejak masa sekolah, ia sudah menunjukkan ketertarikan pada organisasi dan isu sosial, meski saat itu belum terpikirkan akan menapaki jalan panjang sebagai aktivis kepemudaan. “Waktu itu saya hanya ingin belajar bertanggung jawab,” kenangnya.

Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Ia menegaskan, dirinya bukan penerima beasiswa. Kesempatan kuliah datang karena kerja keras dan rejeki yang, menurutnya, “astungkara selalu cukup.” Prinsip hidup sederhana menjadi pegangan agar tetap bisa melangkah.

Menariknya, selepas menamatkan S1 pada 2022, Komang Adi tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia memilih bekerja dan menabung terlebih dahulu. Beberapa tahun kemudian, barulah ia kembali ke dunia akademik dan kini tengah menempuh S2 Magister Pembangunan dan Keuangan Berkelanjutan di Universitas Udayana sejak 2025.

Perjalanan organisasi Komang Adi tumbuh seiring waktu. Di lingkungan kampus, ia aktif di berbagai lembaga mahasiswa, mulai dari Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma, Dewan Perwakilan Mahasiswa, hingga aliansi legislatif mahasiswa se-Bali. Aktivitas itu membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan yang melayani, bukan dilayani.

Di luar kampus, kiprahnya semakin luas. Ia terlibat dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kewirausahaan, termasuk KMHDI, HIPMI, KNPI, Peradah Indonesia, hingga organisasi alumni Universitas Udayana. Namun baginya, semua peran itu bukan tentang jabatan, melainkan ruang belajar.

Puncak kepercayaan datang saat ia didaulat sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar periode 2024–2029. Amanah itu diterimanya dengan sikap rendah hati. “Saya masih seorang pembelajar yang banyak kurangnya,” ujarnya, seraya berharap Karang Taruna menjadi ruang tumbuh bagi pemuda desa.

Latar belakang keilmuannya di bidang agribisnis turut memengaruhi perhatian Komang Adi pada isu pertanian dan peternakan. Ia percaya sektor ini tetap relevan bagi generasi muda jika dikelola dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Bagi Gianyar, potensi itu bukan masa lalu, melainkan masa depan.

Selain aktif berorganisasi, Komang Adi juga menaruh perhatian pada literasi dan kebahasaan. Ia pernah menjadi finalis Duta Bahasa Provinsi Bali dan terlibat dalam komunitas literasi serta gerakan perpustakaan anak. Menulis dan berbagi gagasan menjadi caranya menjaga nalar kritis.

Sejumlah panggung publik pernah diisinya sebagai pembicara seminar kepemudaan dan keagamaan. Tema-tema yang diangkat pun dekat dengan nilai lokal, seperti asah, asih, asuh, serta tantangan kepemimpinan di era globalisasi. Ia berusaha menyampaikan gagasan secara membumi, jauh dari kesan menggurui.

Prestasi lain yang pernah diraihnya seperti masuk lima besar Bagus Gianyar diterimanya sebagai bonus perjalanan, bukan tujuan utama. “Semua itu saya anggap proses,” katanya singkat, tanpa ingin menonjolkan diri.

Di balik rekam jejak yang terbilang padat, Komang Adi justru menekankan pentingnya kejujuran pada diri sendiri. Ia tidak menutup mata pada keterbatasan yang pernah dialami keluarganya. Justru dari sana, semangatnya untuk terus belajar menemukan makna.

Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi pemantik semangat bagi anak-anak muda lainnya, terutama yang berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, keterbatasan ekonomi dan latar belakang bukan penghalang untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya, bahkan hingga ke luar negeri.

“Kalau mau berusaha, pasti ada jalan,” ucapnya. Pesan itu sederhana, namun lahir dari pengalaman nyata menabung bertahun-tahun demi melanjutkan kuliah, dan melangkah perlahan tanpa banyak keluhan.

Kini, sebagai Ketua Karang Taruna Gianyar, Komang Adi Sudarta memilih berjalan tanpa gegap gempita. Ia menempatkan diri bukan sebagai sosok yang paling tahu, melainkan bagian dari generasi muda yang terus belajar, tumbuh, dan saling menguatkan demi masa depan Gianyar. *

Editor : Putu Agus Adegrantika