Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rayakan Tumpek Uye, Kemenag Gianyar Gelar Kegiatan Pelestarian Lingkungan di Pura Dalem Taak

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:44 WIB
LINGKUNGAN : Kegiatan pelestarian lingkungan di Desa Adat Jero Kuta, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.
LINGKUNGAN : Kegiatan pelestarian lingkungan di Desa Adat Jero Kuta, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.

BALIEXPRESS. ID— Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar  sebagai rangkaian tumpek uye di Desa Adat Jero Kuta, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawat, Jumat (6/2). Bandesa Adat Jero Kuta, I Made Suranata menegaskan bahwa sejak dahulu wilayah desa adatnya dikenal dengan penataan ruang yang selaras dengan alam, mulai dari kawasan jalan utama hingga wilayah kelodan, sebagai wujud kearifan lokal yang terus dijaga hingga kini.

Sebagai implementasi nyata kepedulian terhadap lingkungan, I Made Suranata, mengapresiasi Kemenag Gianyar pada tumpek uye ini secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan pelelestarian alam. Kegiatan tersebut meliputi penanaman bunga dan tanaman produktif, pelepasan burung dan ikan, serta upaya menjaga ekosistem sungai agar tetap bersih dan bebas dari sampah. "Kegiatan ini juga sebagai langkah kami di masyarakat desa adat memelihara ikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan, " paparnya. 

Sementara Kepala Kantor Kemenag Gianyar yang diwakili oleh Kasi Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Rai Supada, menyampaikan kegiatan serangkaian tumpek uye ini sebagai kolaborasi dengan desa adat dalam menjaga alam sebagai sumber kehidupan bersama.

Ida Bagus Rai Supada menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada pilar ekoteologi. "Melalui pendekatan keagamaan, umat diajak untuk memaknai ajaran spiritual yang menempatkan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Wariga dan Tumpek Uye, " tegas Rai Supada. 

Menurutnya, Tumpek Wariga dan Tumpek Uye bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pengingat agar umat Hindu senantiasa menghargai alam, akrab dengan lingkungan sekitar, serta hidup menyatu dengan semesta. Penyediaan tempat dan sarana oleh bendesa adat dinilai sebagai bentuk sinergi antara lembaga keagamaan dan desa adat dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari gerakan Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Indonesia Jaya, di mana umat Hindu secara serentak menjalankan aksi nyata pelestarian lingkungan. "Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh untuk menjaga alam demi keberlanjutan kehidupan generasi sekarang dan mendatang, " pungkasnya.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#kemenag #tumpek uye