Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Maling Satroni Kandang di Sangsit Buleleng, Belasan Ayam Aduan Senilai Rp54 Juta Raib

Dian Suryantini • Sabtu, 7 Februari 2026 | 07:30 WIB

 

Kandang ayam yang disatroni maling di kawasan Desa Sangsit, Buleleng.
Kandang ayam yang disatroni maling di kawasan Desa Sangsit, Buleleng.

BALIEXPRESS.ID – Aksi pencurian ternak dengan nilai kerugian fantastis mengguncang warga Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Belasan ekor ayam jantan milik seorang pedagang setempat dilaporkan raib digondol maling dalam satu malam.

Tak tanggung-tanggung, korban ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp54 juta.

Peristiwa ini menimpa Made Arsana, 58, warga Banjar Dinas Abasan, Desa Sangsit.

Kasus yang masuk kategori pencurian dengan pemberatan (curat) ini kini tengah ditangani secara intensif oleh aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sawan setelah korban melayangkan laporan resmi pada Kamis (5/2/2026)

Aksi pencurian ini baru disadari korban pada Senin (2/2/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 Wita.

Seperti rutinitas biasanya, Arsana bergegas menuju area kandang miliknya untuk memberikan pakan.

Namun, setibanya di lokasi pertama, ia dikejutkan dengan kondisi kandang yang sudah melongpong.

Setelah dihitung, sebanyak 12 ekor ayam jantan koleksinya telah hilang dari tempatnya.

Rasa curiga yang menyelimuti hati Arsana membuatnya segera beranjak mengecek kandang kedua yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi pertama.

Benar saja, di sana ia kembali mendapati tiga ekor ayam jantannya telah raib. Secara total, 15 ekor ayam jantan berkualitas tinggi miliknya hilang tanpa bekas.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan matang.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa terdapat indikasi pengrusakan sarana pengamanan di lokasi kejadian.

"Di lokasi, ditemukan sebuah tangga yang masih bersandar pada tembok pagar kandang. Selain itu, kawat berduri yang dipasang di bagian atas tembok ditemukan dalam kondisi terputus atau rusak. Diduga kuat pelaku masuk dengan cara memanjat pagar menggunakan alat bantu tersebut," ungkap Yohana saat memberikan keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Melihat cara kerja pelaku, polisi menduga aksi ini dilakukan oleh lebih dari satu orang, mengingat jumlah ternak yang digondol cukup banyak dan lokasi kandang yang terpisah.

Harga ayam jantan di wilayah Bali, khususnya untuk jenis ayam aduan atau koleksi, memang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Hal inilah yang menyebabkan total kerugian korban melonjak hingga puluhan juta rupiah. Kualitas ayam yang dicuri diduga merupakan faktor utama yang membuat pelaku nekat melakukan aksi tersebut.

Kasus ini kini tercatat dengan nomor laporan polisi LP/B/2/II/2026/SPKT/POLSEK SAWAN/POLRES BULELENG/POLDA BALI.

Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi identitas pelaku. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pencurian #Maling ayam #Ayam Aduan #buleleng