BALIEXPRESS.ID – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama se-Provinsi Bali dalam sebuah kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha, serta diikuti ASN dari berbagai satuan kerja, mulai dari Kanwil Kemenag Bali, Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Bali, madrasah, Balai Diklat Keagamaan Denpasar, hingga widyalaya di Aula UNHI Denpasar, Kamis (12/2) malam.
Momentum ini menjadi kehormatan sekaligus sumber motivasi bagi seluruh jajaran Kemenag di Pulau Dewata.
Kakanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha menyampaikan bahwa pembinaan kali ini merupakan kegiatan gabungan lintas satuan kerja di bawah naungan Kemenag. Dari total 3.398 pegawai Kemenag di Bali terdata dalam sistem, dan hanya sebanyak 800 ASN hadir langsung dalam kegiatan tersebut lantaran terbentur cuaca. Meski demikian, antusiasme peserta menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kemenag yang unggul dan berintegritas.
Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya penguatan SDM berbasis nilai spiritual dan akhlak. "Widyalaya bukanlah sekolah biasa, melainkan tempat menimba ilmu yang bersumber dari Tuhan. Pendidikan di widyalaya harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, jujur, dan bijaksana, " tegas Menteri Agama.
Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan harus terus dihidupkan dan dikembangkan. Pendidikan tidak cukup hanya mencetak orang pintar, tetapi juga membangun karakter dan kearifan. Ia menyebut simbol memiliki kekuatan dahsyat dalam membentuk kesadaran dan nilai kehidupan. "Konsep ini dinilai sangat selaras dengan program ekoteologi Kementerian Agama yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan,, " imbuhnya.
Sementara di Bali sendiri terdapat 71 widyalaya yang seluruhnya berstatus swasta. Pemerintah daerah pun menunjukkan dukungan nyata. Di Kabupaten Jembrana, atas anugerah dan sinergi bersama, Bupati Jembrana menghibahkan tanah dan bangunan untuk pengembangan widyalaya.
Melalui kegiatan tersebut, ASN diajak menjaga kesehatan fisik sekaligus mempererat soliditas. Nilai Bhakti Pertiwi Widyalaya pun digaungkan sebagai wujud pendidikan agama yang membangun modernisasi tanpa meninggalkan akar spiritual dan budaya.
Pembinaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen ASN Kemenag Bali dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan pengembangan SDM yang berlandaskan akhlak, karakter, dan semangat ekoteologi, Kemenag Bali optimistis mampu mencetak generasi berkarakter cerdas dan berintegritas demi terwujudnya harmoni kehidupan beragama di Pulau Dewata. *
Editor : Putu Agus Adegrantika