Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tetapkan Kriteria, Dewan Juri Bersiap Penilaian Lomba Ogoh-ogoh di Kabupaten Badung

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 15 Februari 2026 | 14:12 WIB

 

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha.

BALIEXPRESS.ID - Pelaksanaan lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Badung bakal memasuki fase penilaian.

Dalam Penilaian yang akan dilakukan pada 18-22 Februari 2026, akan dibagi menjadi 7 zona dengan masing-masing tiga juri.

Penilaian oleh dewan juri Pemkab Badung ini pun akan difokuskan kepada tiga kriteria utama yakni Satyam, Siwam, dan Sundaram.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, seluruh tahapan teknis telah dibahas bersama tim juri, terutama menyangkut pencermatan kembali aspek dan kriteria penilaian.

Pencermatan pun dilakukan karena minat peserta terus meningkat. Bahkan muncul aspirasi agar nilai tiap peserta disampaikan secara terbuka.

“Secara penilaian, sama dari tahun ke tahun. Cuma kami lebih mencermati aspek-aspek atau kriteria penilaian. Dan ada aspirasi agar nilai tiap peserta disampaikan secara terbuka. Saya pikir itu tidak untuk dirahasiakan karena bukan suatu yang rahasia menurut Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Makanya kami berdiskusi dengan alot agar kita cermat memberikan penilaian,” ujar Sudarwitha, Minggu (15/2).

Pihaknya menyebutkan, setiap zona akan dinilai oleh tiga juri, sehingga totalnya terdapat 21 juri.

Dalam penilaian yang berlangsung selama empat hari, para juri akan menilai sebanyak 18-20 ogoh-ogoh per hari di masing-masing zona.

Melihat dari jumlah peserta yang hampir 600 ogoh-ogoh, penilaian dipastikan berlangsung padat dari pagi hingga malam.

“Karena jadwal penilaian cukup padat, kami mengimbau sekaa teruna dan yowana agar berada di lokasi saat penilaian berlangsung, dan menunggu di tempat. Agar bisa menjelaskan hasil karya ogoh-ogoh yang dibuat,” ungkapnya.

Sudarwitha menerangkan, dalam aspek penilaian, tetap mengacu pada tiga kriteria utama yakni Satyam, Siwam, dan Sundaram.

Khusus untuk Sundaram, yakni unsur estetika, bobot nilai cukup besar, antara 5-50 poin.

Pada aspek estetika inilah ditekankan unsur kreativitas, inovasi, dan teknik konstruksi.

"Kami tidak mendikotomikan unsur inovasi dan teknik konstruksi, bukan berseberangan. Antara detail anatomi ogoh-ogoh dan pemanfaatan motorik itu bukan untuk dibanding-bandingkan, bukan apple to apple. Kalau bisa keduanya atau menonjol salah satunya pun, nanti juri akan memberi apresiasi,” tegas mantan Camat Petang tersebut.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, penggunaan bahan ramah lingkungan juga dinilai.

Kemudian penggunaan barang bekas seperti limbah botol plastik sekali pakai juga akan mendapatkan poin lebih, bahkan pernah masuk nominasi karena dikemas artistik.

"Untuk bahan-bahan memanfaatkan bahan alami atau memanfaatkan barang sekali pakai. Kalau bisa barang-barang bekas dimanfaatkan akan mendapatkan poin lebih,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#lomba #Kabupaten Badung #ogoh-ogoh #kriteria #penilaian