BALIEXPRESS.ID– Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna memaparkan capaian kinerja tahun pertama mereka.
Mengusung semangat “Ikrar Pengabdian”, pasangan yang dikenal dengan sebutan Kembang–Ipat ini mengklaim telah merealisasikan 20 program unggulan di tengah tantangan efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Pemaparan disampaikan Jumat malam (20/2) di Gedung Kesenian Bung Karno.
“Satu tahun ini adalah ruang pembuktian. Di tengah tantangan infrastruktur dan kebencanaan, kami memilih bergerak dengan perencanaan matang. Astungkara, beberapa program prioritas mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Kembang didampingi Wabup Patriana.
Di sektor kesehatan dan sosial, sejumlah program disebutnya langsung menyentuh kebutuhan warga yakni :
Baca Juga: I Made Arya Bayu Suta Pimpin PC KMHDI Badung 2026–2028, Fokus Cetak Pemimpin dan Wirausaha Hindu
* Layanan Antar-Jemput Pasien, khususnya bagi pasien rawat jalan yang harus berobat ke luar Jembrana.
* Rumah Singgah di Denpasar untuk keluarga pasien yang menjalani perawatan di RSUP Sanglah.
* Penyerahan 70 unit kendaraan pick-up bagi desa adat dan kelurahan untuk menunjang kegiatan sosial-budaya.
* Pelaksanaan Ngaben, Metatah, dan Sunatan massal gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga nilai sosial dan budaya lokal.
Di bidang pendidikan, peningkatan kualitas dan akses menjadi fokus utama:
* Beasiswa mahasiswa berprestasi naik dari Rp3 juta menjadi Rp4,5 juta per semester.
* Beasiswa kini juga menyasar mahasiswa Universitas Terbuka dan mahasiswa yang kuliah di Jembrana.
* Rehabilitasi sekolah: 1 TK, 18 SD (APBD/APBN), dan 4 SMP diperbaiki bertahap.
* Tes psikologi gratis siswa SMP untuk pemetaan minat dan bakat sejak dini.
Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi sumber daya manusia Jembrana dalam jangka panjang.
Baca Juga: Epos Tubuh dan Napas dalam 11 Lukisan, Sujana Suklu Hadirkan Seri Ketawang–Lekhya
Sektor ekonomi menjadi perhatian di tengah tekanan fiskal:
* Dana talangan koperasi kakao dan KUD untuk stabilitas harga gabah dan kakao.
* Bantuan kelompok ternak Jembrana.
* Skema kredit tanpa agunan, tanpa bunga, dan tanpa provisi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
* Bedah 20 warung, pengadaan dua unit food truck, serta kemitraan UMKM dengan ritel modern.
* Relokasi humanis PKL Dauhwaru ke lokasi lebih representatif.
Upaya ini diklaim bertujuan memperkuat ekonomi akar rumput agar tetap bertahan dan berkembang.
Dalam setahun, pemerintah daerah mencatat:
* Peningkatan 31,51 km jalan kabupaten (20 ruas) dan 4,01 km jalan desa.
* Pembangunan jembatan gantung, sumur pertanian, dan bendungan penunjang produksi.
* Penerapan sistem e-money parkir di Terminal Manuver Gilimanuk mulai 2026 untuk transparansi PAD.
* Penyediaan tenaga arsitek tersertifikasi di Mall Pelayanan Publik guna membantu gambar teknis PBG gratis.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik berbasis efisiensi dan digitalisasi.
Komitmen pelestarian budaya diwujudkan melalui penyelenggaraan Jegog Spirit Festival serta event tradisi Mekepung, sebagai ruang ekspresi seniman lokal dan penguatan identitas khas Jembrana.
Memasuki tahun kedua (2026), Kembang–Ipat menyiapkan agenda strategis:
* Transformasi Jalan Ngurah Rai menjadi kawasan pedestrian estetik dan nyaman.
* Pembangunan Jembrana Creative Hub sebagai pusat kolaborasi generasi milenial dan Gen-Z di 17 subsektor ekonomi kreatif.
* Pengawalan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Pengambengan, lapangan golf, RS Internasional Pekutatan, hingga sekolah berbasis Hindu (Widyalaya) di Penyaringan.
Baca Juga: Semarak Pengerupukan, Ogoh-ogoh ST Paramartha Kusuma Angkat Kisah Belog Megandong
“Pembangunan Jembrana bukan hanya soal beton dan aspal, tapi soal penguatan karakter dan gotong royong,” tegasnya.
Setahun berjalan, capaian ini menjadi pijakan awal. Tantangan fiskal masih membayangi, namun duet Kembang–Ipat optimistis sinergi seluruh elemen masyarakat akan menjadi kunci percepatan pembangunan Jembrana.*
Editor : Wiwin Meliana