Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Koster dan Perbarindo Bali Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda, Ditargetkan Berbuah 2-3 Tahun

Rika Riyanti • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:31 WIB

TANAM: Aksi penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (27/2)
TANAM: Aksi penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (27/2)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Komitmen terhadap pelestarian budaya dan lingkungan kembali ditegaskan DPD Perbarindo Bali melalui aksi penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (27/2).

Kegiatan yang digagas DPD Perbarindo Bali ini mendapat dukungan langsung dari Wayan Koster yang hadir bersama Bupati Klungkung Made Satria.

Turut hadir pula perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali, jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta pimpinan BPR-BPRS se-Bali.

Gubernur Koster mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan arah pembangunan Bali yang berbasis budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga: AMDATARA Perkuat Basis di Bali–Nusa Tenggara, Regulasi dan Lingkungan Jadi Fokus

"Jadi, langkah ini sangat penting dilakukan oleh Perbarindo dan saya sangat mendukung dan terima kasih kepada Perbarindo atas inisiatif yang baik ini," kata Gubernur Koster.

Ia menegaskan, Kelapa Daksina memiliki peran penting dalam berbagai upacara keagamaan di Bali.

Kebutuhan yang meningkat saat Hari Raya Galungan, Kuningan, Purnama, Tilem, Pagerwesi, Saraswati hingga Panca Yadnya kerap berdampak pada kenaikan harga di pasaran.

Menurutnya, penanaman ini tidak hanya berdimensi budaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Baca Juga: Saling Balas, Desa Adat Sebali Gelar Lomba Macecimpedan Meriahkan Bulan Bahasa Bali

"Jadi, sudah seharusnya Bali mandiri pangan dan kedaulatan pangan, termasuk didalamnya adalah kebutuhan dasar kita untuk memenuhi kebutuhan upacara harus mampu terpenuhi," kata Gubernur Koster.

Program tersebut juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada harmoni antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, SH., menyatakan penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina merupakan bentuk kepedulian industri BPR-BPRS terhadap keberlanjutan adat dan lingkungan Bali.

"Karena memang Bali khan punya keunikan disitu. Maka dengan pariwisata bertumbuh, kita harapkan ekonomi Bali semakin meningkat yang hari ini khan pertumbuhannya diatas pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ketut Komplit.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi Bali turut membuka peluang lebih besar bagi BPR-BPRS dalam menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, sekaligus mengembalikan manfaatnya lewat kegiatan sosial dan lingkungan.

Pemilihan Kelapa Daksina juga didasari pengalaman kelangkaan serta tingginya harga komoditas tersebut beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tak Perlu Antre Panjang, Klaim Bisa Dilakukan Online Dengan Aplikasi JMO

Selain itu, bibit yang ditanam memiliki keunggulan masa panen relatif cepat.

"Sekarang ada bibit pohon Kelapa Daksina yang bisa berbuah dalam waktu 2-3 tahun, sehingga tidak membutuhkan untuk dipanjat kembali dan sebagainya. Nah, ini khan kelebihan-kelebihan yang memang harus kita pikirkan dan kita memilih menetapkan daksina adalah yang kita tanam," terangnya.

Ia menegaskan, gerakan ini merupakan bentuk gotong royong seluruh BPR-BPRS di Bali melalui Perbarindo.

"Kami hadir untuk melaksanakan, melestarikan adat budaya Bali dan melestarikan lingkungan, sehingga kita semakin banyak orang datang," tambahnya.

Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Bali, YB Handaru Purnasakti, turut memberikan apresiasi atas langkah yang dinilai mencerminkan komitmen keberlanjutan sektor jasa keuangan.

"Kita apresiasi sebagai aksi nyata lingkungan berkelanjutan bukan hanya dari sisi finansial dan budaya, tapi juga lingkungan. Kita sama-sama saling bersinergi antara OJK dan Perbarindo Bali," kata Handaru Purnasakti.

Ia juga menilai Kelapa Daksina memiliki makna filosofis sebagai simbol kehidupan dan menjadi representasi komitmen industri BPR-BPRS yang tidak semata berorientasi pada keuntungan.

"Itu bagian dari filosofi Perbarindo Bali yang tidak berorientasi kepada uang semata, tapi juga keberlanjutan lingkungan," pungkasnya.

 

Melalui penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda, Perbarindo Bali berharap pohon-pohon tersebut dapat tumbuh optimal dan mulai berbuah dalam 2-3 tahun ke depan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat adat dan pura di Bali secara berkelanjutan.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #perbarindo #daksina #wayan koster