BALIEXPRESS.ID- Komisi IV DPRD Tabanan melakukankKunjungan lapangan ke dua sekolah dasar yang ada di Kota Tabanan, Jumat (27/2/2026).
Kunjungan tersebut untuk memastikan keamanan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dalam program program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tabanan.
Dua sekolah yang dikunjungi yakni di SDN 1 Dajan Peken dan di SDN 6 Delod peken.
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, menyatakan pihaknya menemukan ada beberapa kendala dalam program MBG ini.
“Saat kunjungan yang kami lakukan ini, ada beberapa temuan yang menjadi sorotan kami, yang pertama adalah jenis menu yang disajikan di dua sekolah ini berbeda. Menu makanan di SDN 6 jauh lebih baik jika dibandingkan dengan menu makanan di SDN 1,” jelasnya.
Perbedaan menu makanan ini dikatakan Wastana menjadi masalah yang cukup penting, pasalnya dengan menu yang berbeda secara langsung kualitas gizi dari makanan yang disajikan oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Karena perbedaan menu ini, kami khawatir pemenuhan gizi anak penerima MBG tidak sama, sehingga terjadi ketimpangan pemenuhan gizi anak-anak,” ungkapnya.
Selain jenis menu makanan yang berbeda, temuan lainnya adalah di setiap sekolah di Kabupaten Tabanan belum ditemukan adanya pos pelaporan sebagai wadah untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan atau kondisi khusus siswa-siswa yang ada di sekolah tersebut.
Untuk itu, Wastana meminta kepada koordinator keamanan pangan di masing- masing sekolah supaya memperhatikan kondisi ana-anak yang ada di sekolah, apakah ada anak yang alergi, anak yang tidak mau makan atau kondisi anak tertentu.
Dengan begitu, kondisi ini bisa segera dipenuhi dan koordinasi dengan SPPG bisa segera dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan para siswa yang ada di sekolah-sekolah di Kabupaten Tabanan, baik itu Siswa SD maupun Siswa SMP dan SMA.
Wastana menyatakan bahwa akan memanggil semua penyelenggara SPPG di Kabupaten Tabanan untuk rapat bersama yang tujuannya menyatukan komitmen bersama terkait dengan jenis menu dan kualitas gizi makanan yang disajikan.
“Pemanggilan akan segera kami lakukan, sehingga kondisi fatal seperti keracunanan makanan seperti yang terjadi di beberapa daerah di luar Bali tidak terjadi di Kabupaten Tabanan,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan