Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PHRI Bali Nilai Larangan Penggunaan Nama Nyepi dalam Paket Hotel Tak Jadi Soal

Rika Riyanti • Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:24 WIB

PAKET NYEPI: Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya
PAKET NYEPI: Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya

 

BALIEXPRESS.ID – Menjelang Hari Raya Nyepi, muncul seruan agar hotel tidak menjual paket promo dengan menggunakan nama Nyepi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menilai kebijakan tersebut bukan persoalan sepanjang pelaksanaannya tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Ya, beberapa hotel ya mereka mengeluarkan kan. Ini bukannya untuk Nyepi ya di promo kan. Cuman kalau ada yang berkeinginan untuk menginap pada saat hari Nyepi itu kan, Nyepi di Bali jadi lebih aware lagi kan bahwa hari Nyepi amati geni, amati karya, amati lelungan, amati lelanguan itu harus dilakukan. Memang tidak ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga: Pansus TRAP DPRD Bali Berpotensi Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Ia menilai, yang terpenting adalah seluruh kegiatan selama Nyepi tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh desa adat melalui Majelis Desa Adat (MDA).

“Tapi ini memang tidak, ini justru menurut saya ya sangat bagus kalau bisa diterapkan yang penting memenuhi aturan-aturan yang berlaku dari yang telah dikeluarkan oleh MDA kan selama nyepi itu,” katanya.

Terkait penggunaan istilah dalam paket promosi, ia menanggapi santai meski ada larangan penggunaan nama Nyepi secara langsung.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Tabanan Temukan Ketimpangan Menu Makan Bergizi Gratis di Dua SD

“Ya, kita buatkan beberapa hotel sudah saya lihat ada paket-paket. Silent Day salahnya di mana? Itu Nyepi ini kan satu-satunya ada di dunia, Bali. Justru lebih terkenal kan. Promosi di Bali ada Hari Raya Nyepi khusus loh bagus buat kita semua. Untuk intropeksi diri, evaluasi diri kan sangat bagus. Menurut saya ya,” ucapnya.

Menurutnya, wisatawan umumnya tidak datang khusus untuk menikmati Nyepi.

Kebanyakan hanya kebetulan berada di Bali saat hari raya tersebut berlangsung.

Baca Juga: Pemkab Bangli Hadirkan Samsat Drive Thru di MPP, Pangkas Waktu Pelayanan dan Antrean Pajak

“Ya mereka tidak sengaja untuk datang hari Nyepi. Kebetulan aja pas mereka tinggal di sini 2 minggu kemudian ada hari Nyepi. Bahkan ada beberapa yang menghindari juga pindah ke tempat lain. Ada ke Gili Terawangan, ada ke Jogja juga untuk menghindari hari Nyepi itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, Nyepi bukan momentum khusus untuk mendongkrak okupansi hotel.

“Oh, tidak tidak ada pengaruhnya. Nyepi dan tidak Nyepi bukan mereka datang bukan melihat hari Nyepi nya,” tegasnya.

Sementara itu, untuk pasar domestik, peningkatan hunian saat Nyepi juga dinilai tidak signifikan.

Baca Juga: Tiga Kali Tawar Tak Sepakat, Pelaku Nekat Curi Sapi Jantan Milik Warga Karangasem

“Domestik pun tidak ada begitu signifikan peningkatan (kenaikan okupansi) karena mereka justru merasa pada saat Nyepi itu enggak bisa kemana-mana, akan rugi mereka ya. Enggak bisa ada tur, tidak bisa menikmati ke pantai, tidak bisa jalan-jalan. Itu yang terjadi. Nyepi itu tidak bisa mendongkrak okupansi signifikan ya,” pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#promo #PHRI Bali #nyepi #badung