BALIEXPRESS.ID - Tim dosen Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan menstruasi dan pelatihan pembuatan ecoenzyme dari limbah organik bagi remaja putri di SOS Children’s Village Tabanan.
Kegiatan ini menyasar remaja putri usia 10–15 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan menstruasi dan reproduksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.
Ketua tim pengabdi, dr. Ni Wayan Sri Ekayanti, M.Biomed, menjelaskan bahwa masih banyak remaja putri yang memiliki keterbatasan informasi terkait menstruasi. “Menstruasi sering dianggap tabu sehingga remaja enggan bertanya. Padahal, pemahaman yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai siklus menstruasi, cara menjaga kebersihan selama menstruasi, pemilihan pembalut yang aman, serta tanda-tanda gangguan menstruasi yang perlu diwaspadai. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok agar peserta lebih berani menyampaikan pengalaman dan pertanyaan.
Selain aspek kesehatan, tim pengabdi juga memberikan pelatihan pembuatan ecoenzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran. Ecoenzyme memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pupuk cair, pembersih alami, dan pengurang bau.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajarkan bahwa limbah dapur tidak selalu harus dibuang atau dibakar, tetapi bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Menariknya, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Edukasi kesehatan menstruasi berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara pelatihan pengolahan limbah organik mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Seluruh remaja putri yang terlibat juga mampu mempraktikkan pembuatan ecoenzyme secara mandiri. Para peserta terlihat antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya dalam meningkatkan kesehatan remaja putri, tetapi juga dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di lingkungan SOS Village Tabanan.
Editor : Iqbal Kurnia