Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Lagi Hanya Penghasil Nener, Buleleng Mulai Panen Bandeng di Laut

Dian Suryantini • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:48 WIB

Panen bandeng di keramba jaring apung (KJA) Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng
Panen bandeng di keramba jaring apung (KJA) Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Laut Sumberkima di Kecamatan Gerokgak, untuk pertama kalinya, budidaya bandeng di keramba jaring apung (KJA) berhasil dipanen.  Panen perdana ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan para pembudidaya dalam memaksimalkan potensi kelautan daerah.

Selama ini, Buleleng dikenal luas sebagai salah satu daerah penghasil nener atau benih bandeng di Bali. Namun, sebagian besar produksi masih berhenti pada tahap pembenihan. Kini, melalui pengembangan teknologi budidaya dan pendampingan intensif dari pemerintah, para pembudidaya mulai mampu melanjutkan proses hingga tahap pembesaran dan panen bandeng siap konsumsi.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyebut keberhasilan panen tersebut sebagai langkah maju bagi sektor perikanan budidaya di daerahnya. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa potensi perikanan Buleleng tidak hanya berhenti pada penyediaan benih, tetapi juga mampu berkembang hingga menghasilkan produk perikanan bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Ini adalah salah satu kemajuan budidaya bandeng di Buleleng. Selama ini kita dikenal sebagai penghasil nener, tetapi sekarang sudah mampu membudidayakan hingga panen bandeng konsumsi. Ini tentu menjadi perkembangan positif bagi pelaku usaha perikanan,” ujarnya, Jumat (6/3).

Baca Juga: Dewan Buleleng Kejar Data Presisi: Miskin Harus Riil, Bukan Manipulasi

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan dukungan teknis, pendampingan, serta penguatan kapasitas bagi para pembudidaya.

Menurut Supriatna, pengembangan budidaya bandeng juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Banyak pembudidaya nener yang kini mulai memperluas usaha mereka ke tahap pembesaran ikan, sehingga peluang pendapatan menjadi lebih besar.

“Dari sisi peningkatan ekonomi, kita berharap para nelayan maupun pembudidaya bisa merasakan dampak langsung. Jika sebelumnya hanya fokus pada nener, sekarang mereka bisa melanjutkan hingga budidaya bandeng konsumsi. Artinya, nilai tambahnya juga meningkat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng sendiri menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah. Dengan garis pantai yang panjang dan potensi sumber daya laut yang melimpah, sektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana menyebut panen bandeng di keramba jaring apung laut sebagai pencapaian penting bagi pengembangan budidaya perikanan di Bali.

Ia menilai keberhasilan ini bukan sekadar panen biasa, melainkan menjadi penanda bahwa sistem budidaya laut dengan keramba jaring apung untuk bandeng mulai menunjukkan hasil nyata.

“Hari ini bisa dikatakan sebagai sejarah baru bagi budidaya bandeng di laut. Setelah kami melihat langsung di lapangan, sistem budidaya seperti ini terbukti bisa berhasil,” ungkapnya.

Menurut Sumardiana, keberhasilan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sektor perikanan. Di Bali, khususnya Buleleng, rantai produksi bandeng kini mulai terbentuk secara lengkap.

Mulai dari penyediaan induk, produksi telur, pembenihan, pendederan, hingga pembesaran ikan telah tersedia di daerah ini. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, potensi pengembangan industri perikanan budidaya dinilai semakin terbuka lebar.

“Hulu dan hilirnya sudah ada di Buleleng. Ini menjadi kekuatan besar bagi pengembangan sektor perikanan di Bali,” jelasnya.

Ke depan, keberhasilan panen bandeng di Sumberkima diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan pesisir lainnya di Buleleng. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya laut tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. ***

Editor : Dian Suryantini
#Sumberkima #Benih #budidaya #bali #bandeng #kolaborasi #pemerintah #kja #nener #buleleng