Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cuaca Ekstrem Terjang Jembrana: 7 Pohon Tumbang Tutup Jalan, Perahu Nelayan Terbalik

I Gde Riantory Warmadewa • Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:18 WIB

Petugas BPBD Jembrana saat melakukan asssesment usai cuaca ekstrem yang terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/3/2026).
Petugas BPBD Jembrana saat melakukan asssesment usai cuaca ekstrem yang terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/3/2026).

BALIEXPRESS.ID- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana dan memicu sejumlah kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jembrana, tercatat delapan kejadian bencana yang terjadi dalam rentang Rabu (4/2/2026) hingga keesokan harinya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan sebagian besar kejadian didominasi peristiwa pohon tumbang akibat cuaca buruk.

“Berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops dan laporan masyarakat, kejadian dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan beberapa pohon tumbang di sejumlah wilayah di Jembrana,” ungkapnya, Jumat (6/3/2026).

Dari total delapan kejadian tersebut, tujuh di antaranya merupakan pohon tumbang yang terjadi di sejumlah kecamatan seperti Jembrana, Negara, dan Mendoyo.

Pohon yang tumbang tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga menimpa bangunan warga serta mengenai jaringan listrik dan kabel internet di beberapa lokasi.

Salah satu kejadian terjadi di Banjar Yehkuning, Desa Yehkuning, Kecamatan Jembrana.

Sebuah pohon juwet tumbang dan menimpa atap garasi milik warga bernama Dewa Kadek Suta Ariana.

Akibat kejadian tersebut, tiga lembar atap garasi rusak dan sekitar sepuluh genteng pecah. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp500 ribu.

Selain itu, pohon tumbang juga sempat menutup sebagian badan Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk di wilayah Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana.

Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Jalan Awen, Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Negara, serta di beberapa desa lain seperti Mendoyo Dauh Tukad, Pohsanten, Baluk, dan Cupel.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada aktivitas nelayan di wilayah pesisir.

Di perairan Pantai Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, beberapa perahu nelayan dilaporkan terbalik dan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana bersama aparat desa dan masyarakat langsung melakukan penanganan di lokasi.

Petugas melakukan kaji cepat, pemotongan pohon tumbang, serta pembersihan material yang menutup akses jalan.

Agus Artana menegaskan seluruh kejadian yang dilaporkan telah berhasil ditangani sehingga akses masyarakat kembali normal.

“Seluruh kejadian telah berhasil ditangani oleh tim di lapangan, sehingga akses masyarakat kembali normal dan kondisi saat ini sudah kondusif,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#cuaca ekstrem #pohon tumbang #jembrana