SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kerusakan jaringan pipa air bersih akibat luapan sungai pascahujan deras membuat ratusan keluarga di Desa Banjar Tegeha harus menghadapi kesulitan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dengan menempatkan profil tank serta mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
Langkah cepat ini dilakukan setelah curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat tajam hingga meluap. Luapan air tersebut menghanyutkan pipa saluran air bersih yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi masyarakat di beberapa dusun di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, akibat kerusakan jaringan pipa tersebut, sebanyak 951 kepala keluarga (KK) di tiga dusun mengalami gangguan distribusi air bersih. Ketiga dusun tersebut yakni Dusun Abian dengan jumlah 252 KK, Dusun Tenggah sebanyak 274 KK, serta Dusun Tangep yang menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbesar yakni 425 KK.
Sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, TRC Regu III langsung melakukan penempatan sejumlah tangki penampungan air atau profil tank di lokasi terdampak. Tercatat dua unit profil tank berkapasitas 5.300 liter dan satu unit profil tank berkapasitas 3.300 liter ditempatkan di Desa Banjar Tegeha guna memudahkan distribusi air kepada warga.
“Untuk sementara kami masih akan mendistribusikan air bersih di lokasi bencana, dan kemungkinan akan bertambah titik lokasi yang akan didistribusikan,” ujarnya, Sabtu (7/3).
Baca Juga: Satu Tewas, Tiga Hilang dalam Terjangan Banjir di Desa Banjar Buleleng
Selain menyiapkan tempat penampungan air, tim juga langsung melakukan distribusi air bersih dengan total sebanyak 20.000 liter. Air tersebut disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kerusakan jaringan pipa agar kebutuhan air sehari-hari, seperti memasak, mandi, hingga mencuci tetap dapat terpenuhi.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan mobil tangki yang langsung menyuplai air ke titik-titik penampungan yang telah disiapkan. Warga kemudian dapat mengambil air dari profil tank yang telah ditempatkan oleh petugas di lokasi yang mudah dijangkau.
Untuk sementara waktu, distribusi air bersih akan terus dilakukan oleh TRC di lokasi bencana hingga jaringan pipa yang rusak dapat diperbaiki kembali. Masyarakat di tiga dusun terdampak diimbau untuk menggunakan air yang didistribusikan secara bijak selama masa tanggap darurat. Hal ini penting agar pasokan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh warga yang membutuhkan. ***
Editor : Dian Suryantini