RSUD Tabanan Tidak Baik-Baik Saja, Dokter Senior keluhkan Obat Habis, Fraksi Gerindra Minta RSUD Transparan

IGA Kusuma Yoni • Dipublikasikan Selasa, 10 Maret 2026 | 15:49 WIB

 

Fraksi Gerindra DPRD Tabanan minta pertanggungjawaban RSUD Tabanan terkait rekaman suara seorang dokter senior yang menyatakan beberapa obat di RSUD Tabanan habis.
Fraksi Gerindra DPRD Tabanan minta pertanggungjawaban RSUD Tabanan terkait rekaman suara seorang dokter senior yang menyatakan beberapa obat di RSUD Tabanan habis.

BALIEXPRESS.ID -  Rumah Sakit Daerah Tabanan tidak baik-baik saja, pada senin malam, di media sosial tersebar rekaman seorang dokter senior.

Rekaman tersebut menyatakan kekecewaannya kepada pihak manajemen rumah sakit karena beberapa jenis obat habis.

Dalam rekaman suara yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut, dengan suara bergetar dr. Ayu yang merupakan dr. spesialis saraf di RSUD Tabanan yang sudah bekerja selama 26 tahun.

Dr. Ayu meminta pihak manajemen menyelesaikan masalah, khususnya hutang kepada vendor penyedia obat untuk RSUD Tabanan.

Berikut isi rekamannya,

Selamat pagi para Direksi dan Manajemen yang ada di WA Grup ini, maafkan saya pakai voice note, supaya intonasi saya didengar dengan bagus.

Mohon maaf ini sebelumnya, ini rumah sakit mau dibawa kemana ya? Ini satu persatu obat sudah tidak ada di depo, karena kita tidak membayar ya.

Kemungkinan karena hutang kita terlalu banyak. Sekarang yang terakhir Citicoline yang tidak ada, sedangkan kami tidak boleh bicara sama pasien bahwa obat tidak ada.

Berikan saya menumpahkan isi hati saya sekarang disini sebagai dokter yang paling senior saat ini yang ada di RSUD Tabanan yang sudah bekerja selama 26 tahun.

Yang kali ini baru merasakan situasi seperti sekarang ini. Entah apa yang menyebabkannya, saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu.

Yang saya ingin tahu adalah pelayanan terhadap pasien kita yang ada di Rumah Sakit Tabanan 26 tahun saya disini, sekarang inilah yang saya rasakan periodenya yang paling jelek.

Saya sebagai dokter spesialis saraf yang sudah 26 tahun disini merasakan banget ya, merasakan apa yang harus kami lakukan terhadap pasien-pasien yang sudah terlanjur kami rawat disini dan terlanjur sudah masuk ke rumah sakit ini.

Mohon diberikan jawaban yang terbaik, siapa yang berwenang, kalau saya salah silahkan berikan saya Punishment (hukuman).

Punishment apa yang akan diberikan kepada saya sebagai dokter yang paling senior di rumah sakit ini, Silakan.

Silakan, karena jiwa saya masih Bersatu untuk pasien, jiwa saya untuk pasien, pelayanan nomor satu yang ingin kami berikan kepada pasien-pasien yang ada di rumah sakit Tabanan.

Tolong berikan jawaban yang terbaik hari ini, di hari Senin ini, buat saya pribadi dan untuk kami DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) di Rumah Sakit Tabanan.

Saya dr. Ayu, dokter spesialis saraf yang berbicara disini.

Menanggapi adanya rekaman voice note tersebut, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Tabanan, I Wayan Wiryadana, menyatakan pihaknya di Fraksi Gerindra DPRD Tabanan sangat menyayangkan Rumah Sakit Tabanan sampai kehabisan stok obat.

“Kami di Fraksi Gerindra, sangat menyayangkan, kenapa kondisi ini bisa terjadi, padahal ini adalah Rumah Sakit Daerah yang berstatus Rumah Sakit Tipe B yang merupakan rumah sakit penerima rujukan dari seluruh rumah sakit tipe C di Kabupaten Tabanan dan sekitarnya, kenapa bisa kehabisan obat, ada apa sebenarnya,” ungkapnya heran. 

Padahal menurut Wiryadana, sebagai rumah sakit daerah, seharusnya rumah sakit Tabanan memiliki system manajemen yang baik.

Sehingga bisa melakukan system pengelolaan yang transparan, sehingga stok obat maupun perlengkapan medis lainnya bisa terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan optimal.

“Kalau sampai kondisinya seperti sekarang, bagaimana pertanggungjawaban pihak rumah sakit. Ada Apa ini, hingga kondisi ini bisa terjadi, dokter tidak boleh bicara, obat habis, kami minta pihak manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terkait kondisi ini,” tegasnya. 

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
obat habis rsud tabanan citicoline fraksi gerindra dokter senior