Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pembersihan Berlanjut, Volume Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Kabupaten Badung Menurun

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:35 WIB

Kondisi sampah kiriman yang menepi di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kamis (12/3).
Kondisi sampah kiriman yang menepi di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kamis (12/3).

BALIEXPRESS.ID - Volume sampah kiriman di sejumlah pantai di Kabupaten Badung terus menunjukkan penurunan.

Sampah yang terbawa angin muson barat ini pun hanya terkumpul ratusan ton di Stop Over atau tempat penampungan sementara dalam kurun waktu seminggu.

Jumlah ini pun menunjukkan penurunan lantaran sempat mencapai ratusan ton per hari.

Berdasarkan data pada Kamis (12/3), selama sepekan terakhir sampah yang masuk ke Stop Over (STO) mencapai 360 ton.

Sampah tersebut berasal dari beberapa titik pantai, yakni Pantai Kedonganan sebanyak 282 ton, Pantai Jimbaran 54 ton, dan Pantai Kuta 24 ton.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem mengatakan, saat ini telah ada penurunan volume sampah kiriman dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini diperkirakan akan terus membaik seiring peralihan musim angin.

"Biasanya April baru biasanya mereda, kalau sekarang rata-rata perhari masih mencapai 50 ton, tapi kalau dibandingkan bulan Februari sekarang jauh lebih berkurang," ujar Gung Dalem.

Pihaknya menyebutkan, meski ada penurunan volume, petugas masih menemukan dominasi sampah plastik di sejumlah titik pantai.

Pantai Kedonganan diakui menjadi lokasi dengan timbunan sampah paling banyak dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan, puluhan truk sampah masih harus dikerahkan untuk mengangkut limbah yang terdampar di kawasan tersebut.

"Hari ini (Kamis, kemarin) sampah plastik di Kedonganan dimana 29 truk terkumpul di STO Balawista Kedonganan,” ungkapnya.

Disisi lain, Gung Dalem mengaku, tahun ini ada sedikit perbedaan pola munculnya sampah di pesisir pantai.

Sebab kemunculan sampah kiriman dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Aliran sungai yang deras membawa berbagai jenis sampah ke laut, sebelum akhirnya terbawa arus dan menepi di kawasan pantai Badung.

Fenomena ini bahkan menunjukkan perubahan siklus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika dulu sampah kiriman biasanya mulai muncul pada Desember, kini tumpukan sampah sudah lebih dulu terlihat di wilayah hulu pesisir.

"Kalau dulu-dulu kan Desember baru datang sampah kiriman, tapi sekarang rutin menepi di bagian hulu seperti Pantai Cemagi dan Berawa," paparnya.

Hingga kini tim DLHK Badung terus berupaya membersihkan sampah kiriman yang terbawa arus laut dan terdampar di garis pantai.

Selain di pesisir, pembersihan juga difokuskan pada muara-muara sungai yang menjadi jalur masuk sampah menuju laut.

“Sampai saat ini masih kita lakukan pembersihan sampah yang hanyut di muara muara sungai ketika hujan kemarin,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #pantai #sampah kiriman