Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BNNK Gianyar dan Penyuluh Agama Kemenag Gianyar Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa SDN 2 Temesi

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 12 Maret 2026 | 20:38 WIB
SOSIALISASI : Sosialisasi bahaya narkoba dari BNNK Gianyar kepada siswa SDN 2 Temesi.
SOSIALISASI : Sosialisasi bahaya narkoba dari BNNK Gianyar kepada siswa SDN 2 Temesi.
 
BALIEXPRESS.ID - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini terus digencarkan di Kabupaten Gianyar. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan bahaya narkoba yang dilaksanakan di SDN 2 Temesi, Kecamatan Gianyar, Kamis (12/3). Kegiatan ini melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bersama penyuluh agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BNNK Gianyar, Ni Luh Putu Sri Maheni dan Kristianto Hari Widodo, memberikan pemaparan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para siswa. Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar.

Baca Juga: Aplikasi Pintu Luncurkan Pintu VIP, Program Eksklusif Bagi Trader Elite Pintu

Kristianto menjelaskan berbagai jenis narkoba yang kerap beredar di masyarakat serta dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan fisik maupun mental. Para siswa juga diingatkan untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai bentuk narkoba yang kini sering disamarkan dalam kemasan menarik.

"Saat ini peredaran narkoba semakin beragam, bahkan ada yang dibungkus menyerupai makanan ringan atau snack sehingga mudah menarik perhatian anak-anak. Karena itu, siswa diminta untuk tidak sembarangan menerima makanan atau barang dari orang yang tidak dikenal, " paparnya. 

Selain dari sisi kesehatan dan hukum, edukasi juga disampaikan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan. Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang juga tergabung dalam Satgas Anti Narkoba Kemenag Gianyar, I Putu Agus Adegrantika, memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dari perspektif ajaran Hindu.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu terdapat konsep Tri Kaya Parisuda, yakni berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik. "Prinsip ini menjadi pedoman bagi generasi muda agar selalu menjauhi perbuatan yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain, termasuk penyalahgunaan narkoba, " ungkapnya. 

Menurutnya, apabila nilai-nilai Tri Kaya Parisuda diterapkan sejak dini, maka anak-anak akan memiliki benteng moral yang kuat untuk menolak pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya. Pendidikan karakter berbasis agama dinilai sangat penting untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para siswa SDN 2 Temesi semakin memahami bahaya narkoba serta mampu menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. Sinergi antara BNNK Gianyar dan penyuluh agama juga diharapkan terus berlanjut guna memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. *
Editor : Putu Agus Adegrantika