Baca Juga: Aplikasi Pintu Luncurkan Pintu VIP, Program Eksklusif Bagi Trader Elite Pintu
Kristianto menjelaskan berbagai jenis narkoba yang kerap beredar di masyarakat serta dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan fisik maupun mental. Para siswa juga diingatkan untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai bentuk narkoba yang kini sering disamarkan dalam kemasan menarik.
Selain dari sisi kesehatan dan hukum, edukasi juga disampaikan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan. Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang juga tergabung dalam Satgas Anti Narkoba Kemenag Gianyar, I Putu Agus Adegrantika, memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dari perspektif ajaran Hindu.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu terdapat konsep Tri Kaya Parisuda, yakni berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik. "Prinsip ini menjadi pedoman bagi generasi muda agar selalu menjauhi perbuatan yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain, termasuk penyalahgunaan narkoba, " ungkapnya.
Menurutnya, apabila nilai-nilai Tri Kaya Parisuda diterapkan sejak dini, maka anak-anak akan memiliki benteng moral yang kuat untuk menolak pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya. Pendidikan karakter berbasis agama dinilai sangat penting untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak.
Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para siswa SDN 2 Temesi semakin memahami bahaya narkoba serta mampu menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. Sinergi antara BNNK Gianyar dan penyuluh agama juga diharapkan terus berlanjut guna memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. *