BALIEXPRESS.ID – Video viral seorang konten kreator dengan akun Facebook Saka Boy yang keluar rumah saat Hari Raya Nyepi mendapat respons dari Desa Adat Awan, Kecamatan Kintamani, Bangli.
Diketahui, pemilik akun bernama lengkap I Nyoman Saka Warsa itu merupakan warga setempat sekaligus seorang pacalang desa.
Bendesa Adat Awan, Nyoman Pasek, menjelaskan bahwa desa adat telah menggelar paruman (rapat) Kertha Desa pada Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Mobil Feroza Terjun ke Jurang 8 Meter di Marga, 4 Pegawai Dinas Pertanian Tabanan Terluka
Rapat yang dipimpin Pasek dan melibatkan tokoh masyarakat, perbekel, Saka Warsa, serta pihak terkait lainnya itu secara khusus membahas video yang diunggah Saka Boy.
Dalam paruman yang berlangsung pukul 19.00–22.17 Wita tersebut, disepakati bahwa Saka Boy diberikan sanksi berupa teguran tertulis.
Ia juga telah menyampaikan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis, kepada desa adat, organisasi pacalang, serta umat Hindu.
Baca Juga: Mengenang Gede Eri, Korban Kecelakaan di Karangasem yang Dikenal Sangat Sopan
Pasek mengatakan, Saka Warsa mengakui kesalahannya karena keluar rumah saat Nyepi dan mengunggah momen itu ke media sosial hingga memicu kegaduhan, baik di dunia maya maupun di lingkungannya sendiri.
Desa Adat Awan pun menegaskan akan memberikan sanksi lanjutan berupa upacara bakti Pengelisan di Pura Kahyangan Tiga apabila ia mengulangi perbuatannya.
Selain itu, atas inisiatif pribadi, Saka Warsa memutuskan mengundurkan diri sebagai pacalang desa.
"Ya, yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai pacalang," tegas Pasek saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (24/3/2026).
Pasek menambahkan, pada saat kejadian Nyepi, Saka Boy memang tidak sedang bertugas sebagai pacalang.
Banyaknya jumlah pacalang di desa membuat tidak semua personel bertugas pada hari itu.
Sebelumnya, akun Saka Boy menjadi sorotan setelah mengunggah aktivitas keluar rumah bertepatan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Dalam video itu, Saka Warsa tampak berjalan ke kebun dan sempat menunjukkan bekal makanan.
Setelah menuai pro dan kontra, ia kemudian mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf.
Sehari setelah paruman desa, ia kembali mengunggah video hasil paruman dan menyatakan kesiapan menerima sanksi tanpa tekanan atau paksaan.
"Saya ikhlas menerima sanksi itu," ujarnya dalam video di akun Facebook Saka Boy . (*)
Editor : I Made Mertawan