Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Identitas Pembunuh Bule Belanda di Bali Terkuak, Dua WNA Brasil, Sudah Kabur ke Luar Negeri 

I Gede Paramasutha • Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:44 WIB
Polda Bali membeberkan identitas pelaku Pembunuhan, Sabtu (28/3). (Bali Express/Istimewa)
Polda Bali membeberkan identitas pelaku Pembunuhan, Sabtu (28/3). (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Polda Bali bersama Polres Badung berhasil mengidentifikasi dua pelaku pembunuh bule Belanda inisial RP, 49, di Kuta Utara. Kedua orang itu ternyata adalah warga negara asing (WNA) asal Brasil.

Namun sayangnya, kedua pelaku pembunuh inisial DBLSA, 35, dan KH, 28, saat ini sudah kabur ke luar negeri. Perkembangan hasil penyelidikan ini disampaikan oleh Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombespol I Gede Adhi Mulyawarman dan Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, Sabtu (28/3).

Kombes Adhi menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan mendalam. “Berdasarkan alat bukti di tempat kejadian perkara (TKP), rekaman CCTV, keterangan saksi, serta analisa teknologi, kami telah mengidentifikasi dua pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Kombes Adhi.

Baca Juga: Transaction Banking BRI Kian Kokoh, Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun hingga Februari 2026

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 22.00 WITA di depan Villa Amira, kawasan Kerobokan, Kuta Utara. Saat itu, korban bersama kekasihnya baru keluar dari vila untuk berjalan-jalan. Namun, belum jauh melangkah, keduanya dihadang dua pria berboncengan sepeda motor.

Tanpa banyak kata, pelaku langsung menyerang korban menggunakan pisau. Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian leher, wajah, dan tubuh lainnya hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kehabisan darah.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mata pisau, bagian cincin pisau, senter, sandal milik korban dan saksi, serta barang pribadi korban seperti ponsel dan kacamata yang berlumuran darah.

Baca Juga: Gerakan Jaga Sungai dan Laut, Pemkab Badung Dukung Run For Rivers 2026

Selain itu, dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku juga telah ditemukan dan tengah dianalisis secara forensik, termasuk dugaan adanya bercak darah.

Berdasarkan penelusuran CCTV di sejumlah titik, polisi berhasil merekam pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian. Dari hasil analisa tersebut, wajah kedua pelaku dapat diidentifikasi secara jelas.

“Setelah kejadian, sekitar beberapa jam kemudian, tepatnya pada 24 Maret 2026 pukul 14.00 WITA, kedua pelaku diketahui sudah meninggalkan Indonesia melalui jalur penerbangan internasional,” jelasnya. Polda Bali pun telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan instansi terkait lainnya untuk melacak perlintasan pelaku, termasuk negara transit dan tujuan akhir mereka.

Sebagai langkah lanjutan, polisi resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap kedua tersangka dan tengah mengajukan permohonan Red Notice melalui Interpol guna memperluas pengejaran hingga ke luar negeri. “Nanti identitas lengkap dan foto pelaku akan disebarluaskan melalui DPO. Kami juga telah mengajukan Red Notice agar bisa dilakukan penangkapan di negara tujuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya hubungan tertentu antara korban dan pelaku, namun hal ini masih dalam penyelidikan.

 “Motif masih kami dalami, apakah ada kaitan bisnis atau hal lain. Kedua pelaku diketahui sudah berada di Bali sejak 18 Februari 2026,” tandasnya.

Terkait saksi kunci yang merupakan kekasih korban, polisi memastikan yang bersangkutan masih berada di wilayah Kuta Utara dan telah mendapatkan perlindungan. Polisi juga terus menjalin komunikasi untuk menggali informasi tambahan.

Baca Juga: Bakpao Gandum RoyalKueID, Pilihan Camilan Praktis yang Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI

Kapolres turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, terutama yang melibatkan warga negara asing. “Kami akan bertindak tegas terhadap segala bentuk kejahatan, termasuk yang melibatkan WNA. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu pengungkapan kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, korban RP dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RS BIMC. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang cukup parah di sejumlah bagian tubuhnya. Polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang dari lokasi kejadian. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bali #belanda #pelaku #pembunuh #wna