Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sinergi Lintas Negara, 1000 Pohon Ditanam untuk Jaga Nadi Ekosistem Danau Tamblingan

Dian Suryantini • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:35 WIB
Penanaman pohon bersama di kawasa hutan danau Tamblingan.
Penanaman pohon bersama di kawasa hutan danau Tamblingan.
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di tengah rimbunnya hutan hujan tropis yang menyelimuti kawasan Danau Tamblingan, Bali, sebuah gerakan pelestarian alam bergema pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hari itu bukan sekedar seremoni penanaman pohon biasa, melainkan sebuah manifestasi dari persahabatan lintas negara yang menyatu dalam napas konservasi. Lebih dari seratus pasang tangan, mulai dari akademisi, aktivis lingkungan, hingga masyarakat adat, berkumpul untuk menitipkan harapan pada tanah Tamblingan melalui penanaman 1.000 bibit pohon.
 
Kegiatan ini menandai babak keempat dari perjalanan panjang yang diinisiasi oleh Kayoman Pedawa. Jika pada tahun 2023 hingga 2025 aksi serupa berfokus di Desa Pedawa, tahun ini jangkauannya meluas secara internasional. Kolaborasi ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai entitas, mulai dari Kayoman Pedawa, Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, hingga institusi global seperti Universitas Iwate Jepang, Asia Environmental Alliance, dan Greenery Fund. Di tingkat lokal, dukungan mengalir deras dari BKSDA Bali, Baga Raksa Alas Mertajati (BRASTI), Masyarakat Adat Dalem Tamblingan, serta keterlibatan aktif dari Munduk Moding Plantation, Green Study Adventure, dan Yayasan Wisnu.
 
I Wayan Sadyana, pendiri Kayoman Pedawa, memandang aksi ini sebagai upaya memperkuat konektivitas antara komunitas hulu dan hilir. Baginya, menjaga Tamblingan adalah menjaga urat nadi kehidupan bagi kawasan Panca Desa Bali Aga dan sekitarnya. Oleh karena itu, pemilihan jenis vegetasi dilakukan dengan ketelitian yang mendalam. Pohon-pohon dari keluarga Ficus seperti Beringin dan Bunut menjadi primadona karena kemampuannya yang luar biasa dalam memeluk air di dalam tanah. Tak ketinggalan, bibit Aren, Bambu, Gintungan, Kayuapuh, Kayu Tanah, Kayu Bengkel, Gempinis, hingga Aee turut disemaikan untuk mengembalikan kekayaan biodiversitas hutan Mertajati.
 
"Mengingat besarnya skala penanaman, kesibukan telah nampak sejak tanggal 27 Maret. Anggota komunitas BRASTI dan relawan Yayasan Wisnu telah bergerak lebih awal, memastikan setiap lubang tanam siap menerima bibit dengan kualitas terbaik. Proses yang dilakukan secara bertahap ini menunjukkan bahwa efektivitas pertumbuhan jauh lebih diutamakan daripada sekadar mengejar angka statistik," ujar Sadyana,  Minggu (29/3).
 
Di balik peluh para peserta, terselip komitmen jangka panjang yang kuat. Kayoman Pedawa bersama BKSDA dan BRASTI telah menyusun jadwal pemeliharaan rutin pasca-penanaman. Mereka sadar bahwa menanam hanyalah langkah awal untuk memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh perkasa hingga mampu menjaga fungsi ekologis dan ketersediaan air danau adalah misi yang sebenarnya. 
 
"Melalui kolaborasi ini, Danau Tamblingan kini tidak hanya dijaga oleh doa-doa masyarakat adat, tetapi juga dikawal oleh kepedulian kolektif dunia yang merindukan hijaunya bumi Bali," imbuhnya. ***
Editor : Dian Suryantini
#bali #PEDAWA #hutan #pohon #tamblingan #munduk #buleleng