Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tangani Sampah dari Sumber, 141 Ribu KK di Kabupaten Badung Bakal Terima Compost Bag

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:33 WIB
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Made Rai Warastuthi. (Resa Kertawedangga)
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Made Rai Warastuthi. (Resa Kertawedangga)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung kini merancang berbagai upaya dalam menangani sampah dari sumber.

Salah satu upaya yang diberikan yakni dengan memberikan 141.719 Kepala Keluarga (KK) kantong kompos atau compost bag.

Hal ini diharapkan dapat dilakukan pemilahan sampah dari rumah dan mengolah menjadi kompos.

Baca Juga: Mulai 1 April TPA Suwung Dibatasi, Pemkab Badung Perkuat Pengolahan Sampah Organik

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, upaya pemberian compost bag ini merupakan solusi efektif untuk mengelola sampah organik.

Terlebih jumlahnya mendominasi sekitar 60 hingga 70 persen dari total produksi sampah harian.

"Dengan adanya alat pengolah sederhana di tingkat rumah tangga, diharapkan masyarakat dapat memilah dan mengolah sendiri sampah organiknya menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman di lingkungan masing-masing,” ujar Rai Warastuthi, Selasa (31/3).

Baca Juga: Kepulan Asap Muncul di RSD Mangusada, Pasien Terpaksa Dipindahkan

Pihaknya menyebutkan, compost bag ini akan distribusi sebanyak 141.719 unit  kepada setiap KK di seluruh wilayah Badung.

Pembagian kantong penampung sampah ini pun merujuk pada data kependudukan dari Disdukcapil.

“Hingga saat ini, tercatat sekitar 4.000 unit kantong kompos mulai didistribusikan kepada warga. Ini sudah kami lakukan dan terus berkelanjutan," ungkapnya.

Baca Juga: Proyeksi Kenaikan BBM April 2026 Ramai di Medsos, Pertamina: Informasi Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan

Sisanya, Rai Warastuthi mengaku, akan segera diselesaikan hingga batas akhir kontrak penyedia pada 11 Mei 2026.

Langkah ini pun dinilai dapat membantu menyelesaikan sampah di seluruh wilayah Kabupaten Badung yang menghasilkan sampah sekitar 876 ton per hari.

Dari jumlah ini pun 500 ton merupakan sampah dari rumah tangga.

Pihaknya juga menjelaskan, selain distribusi compost bag juga dilakukan sosialisasi cara penggunaanya.

Sebab kantong ini dinilai lebih praktis dan murah dibandingkan sistem pengolahan lainnya, namun memiliki efektivitas yang tinggi dalam menampung limbah sisa dapur.

Hasil kompos skala rumah tangga ini pun diarahkan untuk penggunaan pribadi warga karena volume per kilonya yang relatif kecil.

“Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, beban pengolahan di TPST kecamatan diharapkan dapat berkurang secara signifikan,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #sampah #kompos