BALIEXPRESS. ID- Kegiatan pembinaan generasi muda kembali digelar oleh para penyuluh agama Hindu di Kabupaten Gianyar. Dua pemateri dari Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, yakni I Made Marjana dan Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, hadir memberikan penyuluhan tatap muka kepada para siswa di SMA Negeri 1 Payangan tentang materi kematangan Grahasta Asrama, Selasa (31/3).
Kegiatan ini menyasar kalangan remaja sebagai generasi penerus bangsa yang tengah berada pada fase penting dalam pencarian jati diri. Dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme, para siswa mengikuti materi yang disampaikan dengan seksama, menunjukkan tingginya minat terhadap pembinaan spiritual dan nilai-nilai kehidupan.
Baca Juga: Mulai 1 April TPA Suwung Dibatasi, Pemkab Badung Perkuat Pengolahan Sampah Organik
Materi utama yang diangkat dalam penyuluhan ini adalah tentang persiapan memasuki masa Grahasta Asrama, yaitu fase kehidupan berumah tangga dalam ajaran Hindu. Para pemateri menekankan bahwa masa ini bukan hanya sekadar tahap kehidupan biasa, melainkan periode yang penuh tanggung jawab dan kewajiban moral.
Dalam pemaparannya, I Made Marjana menjelaskan bahwa remaja perlu memahami makna Grahasta Asrama sejak dini. “Hal ini penting agar mereka memiliki kesiapan mental, emosional, dan spiritual ketika kelak memasuki kehidupan berkeluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba menambahkan bahwa pembekalan nilai-nilai dharma sejak remaja akan menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga yang harmonis. “Hal ini juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, tanggung jawab, dan keseimbangan hidup dalam menjalani peran sebagai kepala keluarga maupun anggota keluarga,” tegas Gus Manu.
Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya bersifat satu arah, namun juga membuka ruang diskusi bagi para siswa. Berbagai pertanyaan seputar kehidupan remaja, pergaulan, hingga tantangan masa depan turut dibahas secara terbuka, menciptakan suasana belajar yang aktif dan komunikatif.
“Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat besar bagi perkembangan karakter siswa. Pembinaan seperti ini dianggap mampu memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual di tengah arus modernisasi yang semakin kompleks,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja di SMA Negeri 1 Payangan nantinya dapat lebih siap menghadapi tahapan kehidupan selanjutnya, khususnya dalam memasuki masa Grahasta Asrama dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan berlandaskan ajaran dharma. *
Editor : Putu Agus Adegrantika