Di Balik Lomba Sampi Gerumbungan Buleleng, Modal Puluhan Juta Rawat Sapi Teknik Mepagrug

BALIEXPRESS.ID- Derap langkah sepasang sapi Bali yang berjalan serasi di arena Lapangan Desa Kaliasem, Buleleng menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian Lovina Festival 2026.
Lomba Sampi Gerumbungan kembali digelar sebagai upaya Pemkab Buleleng menjaga tradisi sekaligus memperkuat eksistensi peternakan sapi Bali sebagai aset budaya dan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 16 akit atau pasangan sapi dari wilayah Buleleng timur, tengah, hingga barat tampil dalam perlombaan tersebut.
Masing-masing pasangan menunjukkan keserasian gerak, ketepatan langkah, dan kekompakan yang menjadi penilaian utama dalam tradisi Sampi Gerumbungan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan ajang tersebut tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan apresiasi kepada para peternak yang selama ini mempertahankan kualitas sapi Bali.
Menurutnya, keberadaan Lomba Sampi Gerumbungan juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Baca Juga: Desa Batunya Ungkap Kronologi Main Hakim Sendiri Versi Warga, KD Disebut Bawa Senjata Tajam
Tradisi lokal yang dikemas dalam sebuah festival diyakini mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan identitas Buleleng kepada generasi muda.
“Tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Melalui lomba ini kami ingin memberikan ruang bagi para peternak untuk menunjukkan kualitas sapi Bali sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Buleleng kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Di balik penampilan sapi-sapi terbaik tersebut, terdapat proses pemeliharaan yang membutuhkan ketelatenan dan biaya yang tidak sedikit.
Hal itu dirasakan Kadek Agus Yuda Saputra, 23, peternak muda asal Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng, yang aktif melestarikan tradisi keluarga sebagai pemilik sapi gerumbungan.
Bersama Kelompok Tani Giri Lestari, Agus rutin melatih pasangan sapi jantan yang dipersiapkan mengikuti berbagai perlombaan.



