Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selang Kompor Hilang, Konflik Keluarga Berujung Penusukan di Celukan Bawang  

Dian Suryantini • Sabtu, 4 April 2026 | 06:58 WIB
Ilustrasi penusukan.
Ilustrasi penusukan.

BALIEXPRESS.ID — Persoalan selang kompor gas berubah menjadi peristiwa berdarah di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Ketegangan antar-anggota keluarga memuncak hingga berujung aksi penusukan yang menyebabkan seorang buruh harian lepas mengalami luka di bagian perut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wita di kawasan Jalan Seririt–Gilimanuk.

Baca Juga: Pimpin Aksi Bersih di Kuta, Bupati Adi Arnawa Evaluasi Pengelolaan Sampah Pasca 1 April

Laporan resmi baru diterima pihak kepolisian dua hari berselang, tepatnya Selasa (31/3/ 2026).

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa insiden bermula dari perselisihan kecil yang kemudian berkembang menjadi cekcok panas.

“Awalnya hanya persoalan selang kompor yang tidak ditemukan, tetapi situasi berkembang menjadi pertengkaran yang memicu emosi kedua pihak,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Tiga Orang Terciduk Buang Sampah Sembarangan di Kuta, Sanksi Baru Pembinaan

Korban diketahui bernama Abd. Hadi, 37, sementara terlapor adalah Radian Madi Wijaya, 37, yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai kakak ipar korban. Kedekatan hubungan tersebut justru memperumit situasi ketika konflik terjadi.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pagi itu korban tengah mencari selang kompor gas miliknya yang hilang.

Ia sempat menanyakan kepada ibunya, namun tidak mendapat jawaban pasti. Korban kemudian kembali ke rumah dan berusaha mencari di sekitar rombong bekas tempatnya berjualan, tetapi hasilnya nihil.

Ketegangan mulai muncul ketika terlapor Radian Madi Wijaya, datang dan meminta korban mengembalikan posisi rombong seperti semula.

Permintaan tersebut memicu adu mulut, lantaran korban yang menuntut penjelasan mengenai keberadaan selang kompor itu.

Situasi yang semula hanya perdebatan berubah menjadi lebih panas. Dalam kondisi emosi, korban sempat menendang kompor yang diduga berkaitan dengan selang yang dicari. Tindakan tersebut diduga memancing kemarahan terlapor.

Tak lama kemudian, terlapor sempat meninggalkan lokasi. Namun situasi belum benar-benar mereda.

Ia kembali dengan membawa sebilah pisau, yang kemudian digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.

Setibanya di lokasi, terlapor diduga langsung menyerang korban. Dengan tangan kiri, ia mencekik leher korban, sementara tangan kanannya memegang pisau dan berusaha menusuk ke arah perut.

Korban berupaya melakukan perlawanan dengan menahan tangan pelaku dan mengarahkan serangan agar tidak mengenai tubuhnya.

Namun dalam pergulatan tersebut, pegangan korban terlepas. Terlapor kembali melakukan serangan hingga akhirnya mengenai bagian perut sebelah kiri korban.

“Korban mengalami luka sayatan pada bagian perut kiri dan merasakan nyeri akibat kejadian tersebut,” ungkap Yohana.

Keributan yang terjadi sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang datang ke lokasi segera melerai perkelahian tersebut sebelum situasi semakin memburuk.

Setelah berhasil dipisahkan, korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan medis di bidan setempat di Desa Celukan Bawang.

Tidak terima atas kejadian yang dialaminya, korban akhirnya melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

Laporan tercatat dengan nomor LP/B/1/III/2026/SPKT/Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang/Polres Buleleng/Polda Bali tertanggal 31 Maret 2026.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kasus tersebut, termasuk mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan barang bukti.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menahan emosi dan mengedepankan penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam lingkup keluarga, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Buleleng Bangun Sekolah Baru #penusukan #celukan bawang