BALIEXPRESS.ID - Si jago merah mengamuk sebuah rumah di Jalan Kerta Dalem III, Gang Cemara Nomor 11 B, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa (7/4), pukul 12.32 WITA. Nahas, insiden itu merenggut nyawa seorang nenek.
Nenek yang tewas tersebut diketahui bernama Ni Wayan Pasti, 77. Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga menjelaskan peristiwa ini awalnya diketahui oleh tetangga korban inisial Ramada Yanti, 56, yang tinggal di depan tempat kejadian perkara (TKP).
Kala itu, saksi yang sampai di depan pagar rumahnya sepulang dari pasar, mendapati ada kobaran api sudah besar di TKP. Sontak, wanita itu berteriak minta tolong, sehingga warga berdatangan. "Warga sempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya," ujar AKP Agus.
Baca Juga: Banding JPU Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Vonis Budiman Tiang 3,5 Tahun Penjara
Sementara itu, menurut saksi Kadek Ariantara, 55, dirinya mengetahui kejadian ini saat mendengar suara teriakan kebakaran dari luar rumah. Ketika itu pula terlihat kepulan asap dari rumah yang berada sekitar 50 meter sebelah barat dari tempat tinggalnya.
Ariantara langsung keluar menuju ke TKP dan bersama warga berusaha memadamkan api dengan air dari ember.
Namun api dengan cepat membesar membakar seluruh rumah. Saat proses pemadaman itu, warga menyampaikan bahwa ada seorang ibu di dalam.
"Mengingat api yang sudah sangat besar, warga tidak bisa berbuat banyak untuk menolong korban," tambahnya. Tak berselang lama, sebanyak tujuh unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar pun tiba.
Petugas menjinakkan amukan si jago merah sekitar dua jam kemudian. Setelah diperiksa ke dalam, ditemukan Ni Wayan Pasti meninggal di bagian dapur.
Posisi badan miring ke kanan, kepala berada di sebelah selatan, serta kondisi sebagian tubuh hangus terbakar.
Selain menelan korban jiwa, insiden ini mengakibatkan seluruh bangunan berukuran 6x5 meter, beserta dengan isinya, seperti satu unit sepeda motor Honda Supra, surat- surat berharga pun ludes.
"Untuk total kerugian belum bisa ditaksir, karena pigak keluarga korban masih syok," tandasnya.
Selanjutnya, jenasah korban dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar, dengan menggunakan Mobil ambuland BPBD Kota Denpasar.
Adapun penyebab kebakaran ini diduga karena api dupa. (*)
Editor : I Gede Paramasutha