Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinas Kominfo Karangasem Catat 15 Wilayah Blank Spot Tersebar di 7 Kecamatan

I Wayan Adi Prabawa • Jumat, 10 April 2026 | 06:58 WIB
Kepala Diskominfo Karangasem, Ida Nyoman Astawa Ida Nyoman Astawa. (Ist)
Kepala Diskominfo Karangasem, Ida Nyoman Astawa Ida Nyoman Astawa. (Ist)

BALIEXPRESS.ID — Upaya pemerataan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Karangasem masih menghadapi tantangan.

Hingga kini, tercatat sebanyak 15 titik wilayah masih berada dalam kategori blank spot atau belum terjangkau sinyal komunikasi.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karangasem mencatat, sebaran blank spot tersebut terdapat di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Rendang, Abang, Karangasem, Manggis, Kubu, Selat, dan Sidemen.

Baca Juga: Tiga Pelaku Peredaran Sabu di Tejakula Dibekuk, Polisi Ungkap Peran Jaringan Keluarga

Dari delapan kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Bebandem yang telah sepenuhnya bebas dari blank spot.

Kepala Diskominfo Karangasem, Ida Nyoman Astawa, mengungkapkan bahwa kondisi geografis menjadi faktor utama yang menyebabkan masih adanya wilayah tanpa akses sinyal.

“Sebagian besar titik tersebut berada di kawasan perbukitan dengan medan yang cukup sulit, sehingga jaringan telekomunikasi tidak dapat menjangkau secara optimal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Dekranasda Gianyar Gelar Technical Meeting Kedua Jelang Pekan Budaya Gianyar

Menurutnya, keterbatasan ini berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama dalam mengakses layanan digital, komunikasi, hingga kegiatan ekonomi berbasis teknologi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Dari Keterbatasan Jadi Kekuatan, Kisah Perempuan Difabel Asal Semarang Kembangkan Usaha Fashion Berdaya Saing Bersama LinkUMKM BRI

Selain itu, Diskominfo juga tengah menyiapkan pengajuan wilayah blank spot agar dapat masuk dalam program prioritas nasional, termasuk melalui inisiatif pengembangan jaringan berbasis desa.

Sebagai langkah sementara, pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan internet gratis di beberapa wilayah dengan memanfaatkan anggaran daerah. 

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap terhubung di tengah keterbatasan jaringan.

“Kami terus berupaya agar persoalan ini bisa ditangani secara bertahap, baik melalui dukungan pusat maupun inisiatif daerah,” kata Astawa. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#sulit sinyal #blank spot #karangasem