BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menggelar gerakan penanaman mangrove.
Kegiatan yang berlangsung di Mangrove Arboretum Park pada Jumat (10/4) ini merupakan bagian dari rangkaian Sharing Session Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah.
Koster menilai program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.
“Apa yang diprogramkan hari ini merupakan bagian dari agenda rutin kami menanam pohon, khususnya mangrove dan Bali memang memiliki kawasan yang cocok untuk tanaman ini,” katanya.
Baca Juga: Pemahaman Konvensi Montreal dan Product Liability Dinilai Masih Perlu Ditingkatkan
Menurutnya, penanaman mangrove menjadi langkah penting mengingat sejumlah wilayah pesisir Bali mengalami abrasi cukup serius yang berdampak pada penyusutan daratan.
Ia menyebut, dalam satu dekade terakhir luas daratan Bali menyusut sekitar 40 kilometer persegi, terutama di kawasan Bali Selatan dan Utara.
Bahkan, di Bali Selatan, sebagian lahan sawah kini hanya tersisa secara administratif.
Kondisi tersebut membuat upaya rehabilitasi melalui penanaman mangrove menjadi semakin mendesak sebagai solusi menahan laju abrasi.
Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri atas inisiatif tersebut.
Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini akan semakin memotivasi kami untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan. Ini adalah hal prioritas dan mendesak yang harus dilakukan dengan melibatkan semua komponen masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa komitmen Bali dalam menjaga lingkungan telah dituangkan dalam berbagai regulasi.
Baca Juga: DPRD Klungkung Tetapkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Pendapatan dan Layanan Dasar
Namun, ia menekankan pentingnya penguatan implementasi di lapangan melalui berbagai aksi nyata seperti penanaman pohon serta kegiatan bersih sungai, laut, dan danau yang rutin digelar.
Saat ini, menurutnya, sebagian kegiatan tersebut tengah difokuskan pada penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang sejak 1 April 2026 tidak lagi menerima sampah organik dan akan ditutup sepenuhnya mulai 1 Agustus 2026.
“Sekarang ini kami bersama Walikota Denpasar dan Bupati Badung sedang bekerja keras mengendalikan agar tak ada lagi aliran sampah organik ke TPA Suwung. Masyarakat juga sudah mulai bergerak memilah sampah dari sumber,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Koster juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan di Bali.
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Bertingkat di Karangasem
Ia menegaskan bahwa Bali memiliki peran penting tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia.
“Bali ini harus kita urus bersama. Karena Bali bukan hanya milik orang Bali, tapi juga milik Indonesia dan dunia. Kita wujudkan Bali yang aman, nyaman dan bersih untuk dikunjungi wisatawan,” urainya.
Ia turut menyoroti kontribusi besar sektor pariwisata Bali terhadap perekonomian nasional.
Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 7 juta orang atau sekitar 45,8 persen dari total kunjungan nasional.
Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sebesar 1.522,44 dolar AS dan lama tinggal 11,9 hari, total perputaran uang di Bali mencapai Rp176 triliun.
“Rata-rata wisatawan menghabiskan uang 1.522,44 dolar dengan lama masa tinggal rata-rata 11,9 hari. Kalau dikalkulasi, belanja orang asing yang berkunjung ke Bali total mencapai Rp. 176 trilyun. Sedangkan secara nasional sebesar Rp. 319,9 trilyun. Artinya Bali yang kecil ini menyumbang 55 persen devisa untuk negara,” pungkasnya.
Ia pun menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur guna menunjang sektor pariwisata Bali.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Koster.
“Saya adalah tipe orang yang melihat dari hati dan saya jatuh hati pada Pak Koster karena merupakan salah satu Gubernur yang bekerja dengan hati,” pujinya.
Ia menilai Koster sebagai pemimpin yang konsisten mengawal regulasi demi kemajuan daerah.
Baca Juga: NMax Hantam Truk Berhenti di Lampu Merah Tabanan, Satu Korban Tewas
Terkait gerakan penanaman mangrove, Akmal mendorong adanya perubahan pendekatan agar tidak hanya berorientasi pada aspek ekologis, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kita harus ubah polanya, menanam mangrove jangan hanya berorientasi pada upaya menjaga ekologi, tapi juga harus mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Andi Baso Indra Pararuddin, selaku ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari Kesbangpol provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, organisasi masyarakat, serta kalangan pelajar.
“Kita pilih Bali karena merupakan role model nasional dalam stabilitas politik dan sinergi antar pemangku kepentingan,” tutupnya.
Kegiatan penanaman mangrove diawali dengan penyerahan simbolis bibit bakau dari Akmal Malik kepada Gubernur Koster, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.
Setelah itu, para peserta melakukan penanaman di area yang telah disiapkan.(***)
Editor : Rika Riyanti