BALIEXPRESS.ID– SMKN 2 Tabanan resmi dinobatkan sebagai Juara Umum 1 tingkat SMA dalam Kejuaraan Silat Bupati Tabanan Cup 2026 setelah berhasil menyabet 4 medali emas.
Atas perolehan medali tersebut, SMKN 2 Tabanan berhak memboyong piala bergilir Bupati Tabanan serta piala tetap pada penutupan kompetisi yang berlangsung pada Minggu (12/4) di GOR Debes.
Ketua Panitia Kejuaraan Silat Bupati Tabanan Cup 2026, Ni Gusti Agung Ayu Manik Trisna Dewi Wetan, menjelaskan tahun ini mempertandingkan 51 kelas dengan total peserta mencapai 343 atlet pelajar dari 79 sekolah yang tersebar di Kabupaten Tabanan.
Baca Juga: Target Rampung Akhir Tahun, Penataan Pantai Kuta Capai 35 Persen
“Kejuaraan ini menjadi wadah mencetak prestasi di bidang olahraga pencak silat khusus pelajar,” ujar Manik Trisna.
setelah SMKN 2 Tabanan, posisi Juara Umum 2 tingkat SMA ditempati oleh SMAN 1 Kediri yang mengoleksi 3 medali emas dan 3 perunggu.
Sementara itu, SMAN 2 Tabanan harus puas berada di posisi Juara Umum 3 dengan perolehan 2 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Di tingkat SMP, predikat Juara Umum 1 diperoleh SMPN 1 Marga dengan perolehan 4 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
Di posisi kedua ada SMPN 1 Tabanan yang mengoleksi 3 emas dan 1 perunggu. Selanjutnya, SMPN 1 Baturiti dengan perolehan 3 emas.
Baca Juga: Tanpa Antre, Tanpa Ribet! Bayar UTBK SNBT Kini Makin Praktis dan Cepat Lewat BRImo
Sedangkan pada tingkat SD, Juara Umum 1 diperoleh SDN 2 Bongan yang mengoleksi 4 emas dan 1 perunggu.
Disusul dengan posisi kedua yang ditempati SDN 3 Marga dengan perolehan 3 emas dan posisi ketiga ditempati SDN 2 Kuwum dengan perolehan 1 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Baca Juga: Makna Ritual Pasupati menurut Hindu: Proses Sakralisasi Benda, Meningkatkan Kesadaran
Kadisdik Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, yang mewakili Bupati Tabanan dalam penutupan kejuaraan itu memberikan apresiasi kepada IPSI Tabanan karena telah menyelenggarakan kejuaraan dengan lancar selama empat hari.
“Di luar itu, kejuaraan ini menjadi regenerasi prestasi di cabang olah raga pencak silat yang selama ini andalan daerah. Banyak atlet silat yang mengukir prestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” kata Darma Utama.
Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga berfungsi sebagai media persiapan dan pembinaan bagi para atlet menjelang pelaksanaan Porjar Bali pada pertengahan 2026 mendatang.
Karena itu, ia juga meminta kepada para pemenang untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga performa.
“Setelah kejuaraan ini tentunya siapkan diri, jaga stamina dan kesehatan, bangun fisik dan asah keterampilan, untuk mewakili Tabanan dalam Porjar 2026 mendatang,” pungkasnya.
Editor : IGA Kusuma Yoni