BALIEXPRESS.ID - Tumpukan sampah kerap muncul di sejumlah wilayah pasca adanya pembatasan di TPA Suwung.
Hal ini tentunya dapat merusak estetika wilayah, bahkan dapat juga memicu penyebaran penyakit.
Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Hemat Anggaran, Pemkab Badung Siapkan Pola KPBU Kelola Lampu Penerangan Jalan
Kadiskes Badung, dr Made Padma Puspita mengatakan, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan munculnya berbagai penyakit menular.
Penyakit yang kerap muncul secara musiman seperti demam berdarah dengue (DBD) tetap perlu diwaspadai, terutama di awal tahun.
Namun demikian, ancaman penyakit lain akibat lingkungan yang tidak bersih juga tidak kalah serius.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan
"Kalau musim biasanya kita waspadai DBD, tapi jangan lupa ada penyakit lain yang juga berpotensi muncul, apalagi jika lingkungan tidak bersih akibat sampah yang menumpuk," ujar Padma Puspita.
Pihaknya menyebutkan, tumpukan sampah dapat menjadi sarang berbagai faktor penyakit seperti tikus dan lalat.
Kondisi ini berisiko memicu penyakit seperti leptospirosis, yakni infeksi bakteri yang ditularkan melalui urine tikus, serta penyakit diare akut akibat kontaminasi lingkungan.
Baca Juga: Sering Mangkal di Canggu, Belasan Waria Diamankan Satpol PP Badung
"Yang paling sering itu diare, kemudian ada juga leptospirosis dari kencing tikus. Kalau sampah menumpuk, tikus pasti datang. Ini yang berbahaya karena bisa menular ke manusia," ungkapnya.
Selain itu, Padma Puspita menerangkan, genangan air yang kerap muncul di sekitar tumpukan sampah juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.
Tak hanya itu, lingkungan kotor juga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit lain seperti rabies, terutama jika berkaitan dengan hewan liar.
Untuk itu, dirinya pun menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Gerakan pemilahan sampah yang telah digaungkan pemerintah daerah sangat baik dan harus dilakukan secara konsisten oleh masyarakat," terangnya.
Lebih lanjut, dirinya pun mengingatkan, Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan wisata memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kebersihan lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata.
Maka, gerakan memilah sampah dari rumah, itu akan sangat membantu, jangan sampai sampah menumpuk dan menimbulkan masalah kesehatan baru.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan. Ini bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk menjaga citra pariwisata Badung," imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga