Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mulai Dibersihkan, Sampah Kiriman di STO Pantai Samigita Capai 2.000 Ton

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 16 April 2026 | 17:15 WIB
Plt Kepala DLHK Badung, I Made Agus Aryawan. (Dok. Bali Express)
Plt Kepala DLHK Badung, I Made Agus Aryawan. (Dok. Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung terus berupaya menjaga kebersihan sepanjang garis pantai.

Bahkan sampah kiriman yang terkumpul di tempat penampungan sementara atau Stop Over (STO) sebanyak 2.000 ton mulai diangkut.

Sampah kiriman yang terkumpul di kawasan Pantai Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita), dikirim ke TPA Suwung.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

Plt Kepala DLHK Badung, I Made Agus Aryawan mengatakan, sampah kiriman yang menepi di pesisir pantai merupakan sampah spesifik.

Sampah ini bukan dari rumah tangga namun berasal dari lintas wilayah dan terdampar di Kabupaten Badung.

"Ini sampah spesifik ya, bukan sampah rumah tangga. Sifatnya kiriman, lintas wilayah melalui laut dan terdampar di pesisir kita," ujar Agus Aryawan.

Baca Juga: Kanwil Kemenag Bali Gelar Paayahan Wewalen di Pura Agung Besakih, Perkuat Ekoteologi dan Harmoni Spiritual

Pihaknya menyebutkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah memberikan izin agar sampah spesifik tersebut dapat dibawa ke TPA Suwung.

Kebijakan ini menjadi dasar bagi DLHK Badung untuk mempercepat proses pengangkutan yang sebelumnya sempat terkendala. DLHK Badung pun langsung bergerak melakukan pengangkutan dari sejumlah lokasi STO.

“Sudah ada arahan dari pemerintah pusat, bahkan surat persetujuan dari Menteri LHK bahwa sampah spesifik ini boleh dibawa ke TPA Suwung," ungkapnya.

Baca Juga: Bantuan BRI Peduli TJSL Ringankan Pembangunan Bale Kulkul di Guliang Kangin Bangli

Dalam sehari, Agus Aryawan mengaku, telah mengerahkan antara 50 hingga 80 truk untuk mengangkut sampah laut tersebut.

Sementara total volume sampah yang saat ini ditangani di tiga titik STO diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ton.

“Jika dihitung dengan kapasitas angkut rata-rata 2,5 ton per truk, maka total pengangkutan bisa mencapai 800 hingga 900 truk. Ini kami angkut bertahap," paparnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, penanganan sampah kiriman di pesisir dapat segera tertangani, sehingga tidak mengganggu kebersihan lingkungan maupun sektor pariwisata di wilayah Badung.

“Semoga ini cepat dievakuasi. Karena keberadaannya juga merusak pemandangan. Jadi, prosesnya sedang berlangsung dan dilakukan bertahap,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#samigita #DLHK #sampah kiriman