Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Baru Dua Pekan Bekerja, Buruh Proyek di Sayan Ditemukan Meninggal di Bedeng

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 19 April 2026 | 15:40 WIB
EVAKUASI : Evakuasi buruh proyek meninggal di bedeng yang berlokasi di Desa Sayan, Ubud.
EVAKUASI : Evakuasi buruh proyek meninggal di bedeng yang berlokasi di Desa Sayan, Ubud.

BALIEXPRESS.ID – Seorang buruh proyek ditemukan meninggal dunia di bedeng salah satu proyek di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Minggu (19/4) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WITA dan langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.

Pj Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Kesumawijaya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban diketahui bernama Histal Dwi Wijaksono (41), seorang pekerja proyek asal Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban diketahui baru bekerja di proyek tersebut selama kurang lebih dua minggu. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat beristirahat setelah berbincang bersama rekan-rekannya pada Sabtu malam (18/4) sekitar pukul 22.00 wita.

Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 wita, salah satu rekan kerja korban berupaya membangunkan korban untuk bekerja. Namun saat itu korban sudah dalam kondisi kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Setelah dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia.

Baca Juga: “Frankenstein Citation”: Ketika Sitasi Palsu Menjadi Alarm bagi Dunia Akademik di Era AI

Mengetahui kejadian tersebut, rekan-rekan korban segera menutup jenazah dengan kain dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Ubud untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas dari Polsek Ubud bersama unsur TNI dan aparat desa kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi. Di antaranya hadir Kapolsek Ubud bersama jajaran serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sayan.

Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jenazah menunjukkan adanya kaku mayat dan lebam, sementara situasi di sekitar TKP juga dinyatakan aman tanpa adanya indikasi perusakan atau gangguan.

Keterangan dari mandor proyek dan rekan kerja menyebutkan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berkomunikasi. Korban juga disebut kerap tampak murung dan diduga memiliki permasalahan pribadi.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Sekitar pukul 11.10 wita jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Ari Canti untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter sekaligus penitipan jenazah.

Dengan kejadian ini, Pj Perbekel Sayan, Ketut Kesumawijaya menegaskan pihaknya telah melakukan antisipasi hal seperti saat ini dengan sidak-sidak ke kantong-kantong duktang. "Hal ini yang kami selalu antisipasi, makanya kami di pemerintahan desa rutin sidak atau menyambangi kantong-kantong duktang maupun bedeng proyek. Selain mendata secara rinci, juga mengedukasi hal-hal yang tak diinginkan, " tegasnya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#evakuasi jenazah #Sayan Ubud