Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Selamatkan Ratusan Anjing di Bali, Punya Program Steril dan Vaksin Gratis

I Gede Paramasutha • Senin, 20 April 2026 | 13:16 WIB
Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Maria Rini bersama Ketua Yayasan Michelle Angel. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Maria Rini bersama Ketua Yayasan Michelle Angel. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID – Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan menyelamatkan dan merawat hewan terlantar, khususnya anjing dan kucing (anabul) di Bali. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kedampang, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Minggu (19/4).

Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Maria Rini bersama Ketua Yayasan, Michelle Angel mengungkapkan bahwa lembaga nonprofit tersebut didirikan tidak hanya untuk kegiatan penyelamatan (rescue), tetapi juga untuk memberikan perlindungan hukum terhadap hewan-hewan yang telah dirawat dan diadopsikan.

“Kami ingin memastikan ratusan anjing yang kami rescue memiliki kekuatan dan perlindungan hukum saat diadopsi. Itu alasan utama kami berbentuk yayasan,” ujar Maria. Saat ini, yayasan tersebut mengelola dua shelter dengan total lebih dari 230 anjing hasil penyelamatan. 

Baca Juga: Marah Soal Tarif Usai Massage, Pria Mabuk Ancam Bakar Spa dan Pukul Karyawan di Denpasar

Fokus utama mereka adalah menangani kasus-kasus darurat, seperti anabul yang sakit parah, terlantar, atau menjadi korban kekerasan. Selain rescue, yayasan juga aktif menjalankan program sterilisasi dan vaksinasi rabies secara rutin. Program ini tidak hanya menyasar hewan di shelter, tetapi juga anjing milik warga dan anjing liar di sekitar lokasi.

“Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat anabul dengan benar, serta membuka layanan steril gratis untuk warga,” tambahnya.

Dalam perkembangannya, yayasan ini turut memperluas peran dengan membantu shelter lain dan komunitas feeder melalui program berbagi pakan. 

Baca Juga: Pelayanan Prima Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung Kepada Masyarakat dengan Menghadirkan Layanan Langsung di Mall Pelayanan Publik (MPP)

Bahkan, selama hampir tiga tahun terakhir, mereka menjadi mitra resmi platform penggalangan dana Kitabisa.com untuk membantu shelter lain mendapatkan dukungan finansial.

Ke depan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia berencana membangun shelter baru yang akan menggabungkan dua lokasi yang ada saat ini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi dan operasional.

“Kami juga akan membentuk tim khusus, mulai dari tim rescue, adopsi, hingga program sosial lainnya. Selain itu, kami membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi relawan,” jelasnya. Meski demikian, perjalanan yayasan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan biaya operasional dan pakan, hingga tingginya angka anjing yang dibuang ke shelter. 

Biaya pengobatan yang mahal, terutama untuk penyakit menular seperti parvovirus dan distemper, juga menjadi beban tersendiri. Tak hanya itu, yayasan juga pernah mengalami tekanan dari pihak tertentu hingga harus pindah lokasi shelter. Bahkan, akun media sosial mereka sempat terkena suspend akibat laporan pihak tak bertanggung jawab.

“Padahal media sosial menjadi sarana utama kami untuk edukasi dan transparansi kegiatan,” ungkapnya. Di tengah berbagai kendala tersebut, yayasan mengaku bersyukur karena kini mulai mendapat kepercayaan dari publik dan dukungan para donatur.

Terkait isu perdagangan daging anjing, pihak yayasan menegaskan sikap penolakan tegas. “Kami sangat menentang praktik tersebut. Di shelter kami, kami pastikan 100 persen tidak ada hal seperti itu. Anjing-anjing yang kami selamatkan sangat berharga, bukan untuk diperjualbelikan,” tegas Maria Rini.

Sebagai penutup, yayasan mengajak seluruh komunitas pecinta hewan dan pengelola shelter di Bali untuk bersatu dan saling mendukung dalam menangani tingginya populasi hewan terlantar. “Mari kita kesampingkan perbedaan, fokus pada tujuan bersama, yaitu menyelamatkan anabul yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bali #anjing #yayasan