BALIEXPRESS.ID - Tumpukan sampah kini masih menjadi tantangan serius di wilayah pariwisata, yakni Pantai Kuta.
Sampah yang tidak dipilah ini pun kerap ditemukan di sejumlah titik pantai tersebut.
Petugas DLHK Badung pun kerap melakukan pembersihan namun tumpukan sampah kerap muncul.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (20/4) terdapat dua titik tumpukan sampah di Pantai Kuta.
Pertama di dekat Beachwalk Shopping Center, dan di depan Hote Mamaka.
Sampah ini memang terbungkus rapi namun didominasi sampah organik yakni batok kelapa.
Baca Juga: Marah Soal Tarif Usai Massage, Pria Mabuk Ancam Bakar Spa dan Pukul Karyawan di Denpasar
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana saat dikonfirmasi pun tak menampik kondisi tersebut.
Namun dirinya menyatakan, sampah tersebut sengaja ditempatkan oleh orang dari luar pantai.
“Oya, itu sampah yang ditempatkan oleh orang-orang di luar pantai. Parahnya sampahnya tidak dipilah,” ungkap Alit Ardana.
Pihaknya menyebutkan, kondisi ini pun telah dilaporkan oleh petugas pengelola Pantai Kuta.
Terlebih masalah pembuang sampah ini telah dilakukan sejak adanya sampah kiriman menepi.
“Kami temui kasus orang luar membuang sampah sampahnya di Pantai Kuta bersamaan sampah pantai yang ada,” paparnya.
Terkait kondisi ini, Alit Ardana pun telah berkoordinasi dengan DLHK Badung untuk membantu pengangkutan sampah.
Namun hal ini diakui belum dapat menyelesaikan permasalahan lantaran masih kekurangan armada.
Bahkan pihaknya pun menyewa armada tambahan untuk mengangkut sampah.
“Info petugas malam kemarin ada pengangkutan sampah sewa di tulisan stage Kuta Beach,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga menyatakan, akan meningkatkan pengawasan di area pantai.
Pengelola pun diharapkan lebih intens melakukan pengawasan di lapangan.
Terlebih penanggulangan tumpukan sampah saat ini masih diupayakan secara maksimal.
“Kita masih berupaya menuntaskan, seperti tyang (saya) sampaikan tadi, kita keterbatasan armada pengangkutan dan tempat akhir pembuangannya, makanya masih tetap koordinasi dengan DLHK Badung,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga