Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kominfosanti Buleleng–BP3MI Bali Perkuat Sinergi, Edukasi PMI Digencarkan

Dian Suryantini • Minggu, 26 April 2026 | 08:32 WIB
Audiensi BP3MI Bali ke Kantor Kominfosanti Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)
Audiensi BP3MI Bali ke Kantor Kominfosanti Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID- Upaya memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di Buleleng terus didorong melalui kolaborasi lintas lembaga.

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng bersama Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali mulai merancang langkah bersama untuk memperluas edukasi publik sekaligus memperkecil risiko yang dihadapi para PMI.

Langkah ini ditandai dengan audiensi BP3MI Bali ke Kantor Kominfosanti Buleleng, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Dugaan Penggiringan Opini TPPO Mencuat di Sidang Kasus ABK Benoa

Pertemuan tersebut menjadi titik awal penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penyebarluasan informasi yang menyasar calon PMI maupun keluarga mereka di daerah.

Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis di tengah tingginya minat masyarakat Buleleng bekerja ke luar negeri.

Ia menegaskan, peran komunikasi publik menjadi kunci untuk memastikan masyarakat tidak hanya tergiur peluang kerja, tetapi juga memahami prosedur yang aman dan legal.

Baca Juga: Panen Seret, Harga Manggis Bali untuk Ekspor Melonjak Tajam hingga Rp80 Ribu

“Informasi yang benar harus sampai ke masyarakat secara luas dan mudah dipahami. Ini penting agar pekerja migran memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum berangkat, sekaligus meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Suharta, pihaknya siap mengoptimalkan berbagai kanal komunikasi yang dimiliki pemerintah daerah. Mulai dari media sosial resmi, siaran keliling, hingga pemanfaatan videotron di ruang publik akan diarahkan untuk mendukung kampanye perlindungan PMI. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

Baca Juga: Petaka di Air Terjun Tembok Barak Buleleng, Pria Asal Sleman Dilaporkan Tenggelam

Di sisi lain, Kepala BP3MI Bali, Muhammad Ikbal, yang baru menjabat pada 2026, menegaskan pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat dengan pemerintah daerah.

Ia menyebut Buleleng sebagai daerah dengan kontribusi signifikan terhadap jumlah PMI di Bali, bahkan menjadi yang tertinggi di provinsi ini.

 “Bali termasuk enam besar secara nasional dalam hal jumlah pekerja migran, dan Buleleng menjadi penyumbang terbesar di Bali. Ini menjadi perhatian serius kami untuk memastikan perlindungan berjalan maksimal,” kata Ikbal.

Ia menambahkan, salah satu program prioritas yang akan digencarkan adalah Kampanye Nasional Migrasi Aman.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri, sekaligus menghindari praktik-praktik ilegal yang kerap merugikan PMI.

Melalui kolaborasi dengan Kominfosanti, BP3MI Bali berharap pesan-pesan edukatif dapat tersampaikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya bagi calon pekerja migran, tetapi juga keluarga yang kerap menjadi pihak paling terdampak ketika terjadi persoalan.

Lebih jauh, sinergi ini juga diharapkan mampu membangun ekosistem perlindungan yang lebih kuat di daerah.

Edukasi yang masif diyakini dapat menjadi benteng awal dalam mencegah kasus penipuan, perdagangan orang, hingga eksploitasi tenaga kerja. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Pekerja Migran Indonesia (PMI) #pmi #buleleng