BALIEXPRESS.ID – Island Bazaar kembali digelar yang kedua kalinya. Event yang digelar Kura Kura Bali di UID Bali Campus ini menargetkan peningkatan jumlah pengunjung dan tenant.
Kegiatan ini juga dikemas lebih kental dengan nuansa budaya Bali melalui tema “Bali Revival” yang dapat dihadiri mulai pukul 16.00-21.00 Wita.
Head of Communications Department Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan pihaknya menargetkan sekitar 3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan mulai 2-3 Mei, meningkat dari gelaran sebelumnya.
“Untuk yang kedua ini kami targetkan ada 3.000 pengunjung selama 2 hari ya, selama ini. Gelaran yang pertama pengunjungnya 2.200-an, mudah-mudahan acara kedua ini bisa 3.000 pengunjung,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (2/5).
Baca Juga: Juni 2026, Bali Siapkan Ragam Festival dari Ujung Barat hingga Timur Pulau
Dari sisi tenant, jumlah peserta juga meningkat signifikan dari sebelumnya 48 menjadi sekitar 70 tenant.
Komposisinya terdiri dari sektor food and beverage (F&B), workshop, serta retail.
Peningkatan ini dinilai mencerminkan minat pelaku usaha yang melihat potensi dari penyelenggaraan sebelumnya.
Terkait transaksi, panitia tidak menetapkan target nominal tertentu.
Namun, mereka berharap aktivitas jual beli dapat berlangsung maksimal selama acara.
“Kebetulan memang kita tidak menargetkan berapa transaksinya. Ya tentu saja sebanyak-banyaknya,” kata Zefri.
Ia menambahkan, kembalinya tenant pada edisi kedua menjadi indikator bahwa hasil penjualan sebelumnya cukup baik dan menarik bagi pelaku usaha.
Selain aspek ekonomi, Island Bazaar juga menghadirkan kolaborasi sosial dan lingkungan bersama warga Serangan.
Baca Juga: Sebulan Penuh, Sekolah Adat Manik Empul Hidupkan Bahasa Pedawa Lewat Kegiatan Kreatif
Melalui kerja sama tersebut, sampah plastik diolah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti gantungan kunci dan perlengkapan lainnya.
Produk hasil daur ulang ini bahkan telah digunakan dalam kebutuhan internal Kura Kura Bali.
Pada edisi kali ini, tema “Bali Revival” diangkat untuk memperkuat unsur budaya lokal.
Hal ini terlihat dari penggunaan busana adat Bali oleh panitia, serta hadirnya pertunjukan dan aktivitas budaya seperti tari kecak yang juga dapat diikuti oleh pengunjung.
Baca Juga: Singaraja Movement Angkat Tema Stay Together, Buktikan Hardcore Punk Masih Berdenyut Di Singaraja
“Dan lebih banyak FNB-nya, lebih banyak workshop-nya dan yang kali ini memang kita mengusung tema Bali Revival ya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep kawasan Kura Kura Bali yang inklusif.
Sementara itu, Head of Marketing & Marcomm Kura Kura Bali, Indra Febriansyah, menyebutkan bahwa berbagai hiburan turut dihadirkan untuk menarik pengunjung, mulai dari pertunjukan seni hingga musik.
“Jadi hari ini ada pertama kecak, kemudian nanti ada performance dari Serangan Community,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula penampilan siswa sekolah internasional, kolaborasi musik, hingga hiburan DJ yang disebar di beberapa titik area bazar.
Baca Juga: Jelang Pemlaspasan, Krama Banjar Panti Gede Gelar Prosesi Mendak Kulkul di Puri Agung Jro Kuta
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara mengajak masyarakat untuk datang bersama keluarga dan meramaikan Island Bazar edisi kedua ini.(***)
Editor : Rika Riyanti