Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Merayakan Pikiran Kartini di Masa Kini, KPBU Dorong Perempuan Bali Utara Lebih Berdaya

Dian Suryantini • Senin, 4 Mei 2026 | 17:59 WIB

 

Komunitas Perempuan Bali Utara saat merayakan Hari Kartini di Buleleng
Komunitas Perempuan Bali Utara saat merayakan Hari Kartini di Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ada yang berbeda dalam peringatan semangat Kartini sepanjang April 2026 di Buleleng. Jika biasanya perayaan diwarnai seremoni dan simbolik, kali ini Komunitas Perempuan Bali Utara (KPBU) memilih jalur reflektif dan kritis. Mereka menggelar diskusi bertajuk “Merayakan Pikiran Kartini di Masa Kini” di Krisna Beach Street Singaraja. Diskusi ini bukan sekadar ruang temu, melainkan upaya serius untuk mereinterpretasi gagasan Kartini dalam konteks kekinian. Sebanyak 38 anggota KPBU terlibat aktif, membedah kembali pemikiran Kartini dan relevansinya bagi perempuan masa kini, khususnya di Bali Utara.

Ketua KPBU, Kadek Sonia Piscayanti, dalam paparannya menegaskan bahwa Kartini adalah sosok yang berpikir melampaui zamannya. “Pikiran Kartini masih hidup dan relevan hingga hari ini. Ia bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga simbol keberanian berpikir,” ujarnya, Senin (4/5). 

Sonia merumuskan tiga poin utama dari pemikiran Kartini yang dianggap krusial untuk dihidupkan kembali. Pertama, keberanian untuk bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik. Kedua, pentingnya pendidikan setinggi-tingginya bagi perempuan sebagai kunci perubahan masa depan. Ketiga, kemandirian serta pencapaian kebahagiaan personal yang tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

Dalam perspektif kebijakan dan keluarga, Nyonya Wardhany Sutjidra menekankan bahwa perempuan memegang peran strategis sebagai fondasi pendidikan awal. “Keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter. Jika perempuan kuat dalam mendidik, maka kualitas generasi ke depan juga akan terjaga,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Nyonya Dewi Suyasa yang menyoroti pentingnya pendidikan perempuan sebagai inspirasi langsung bagi anak-anak. Menurutnya, ibu yang berpendidikan tinggi tidak hanya membentuk lingkungan belajar yang sehat di rumah, tetapi juga menjadi teladan konkret bagi generasi berikutnya. 

Diskusi semakin kaya dengan pandangan dari Pembina KPBU, Prof. Kerti Nitiasih. Ia menekankan bahwa perempuan masa kini harus memiliki kecerdasan kritis dalam membaca dan merespons isu sosial. “Perempuan tidak cukup hanya hadir, tetapi juga harus mampu berpikir, menganalisis, dan mengambil posisi,” tegasnya. Ia juga mendorong perempuan untuk lebih jeli melihat peluang ekonomi berbasis minat dan potensi diri.

Sementara itu, anggota DPRD perempuan, Ibu Lilik Nurmiasih, membawa perspektif politik ke dalam diskusi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan di ruang politik sangat penting untuk memastikan isu-isu perempuan mendapatkan perhatian yang layak. 

“Semakin banyak perempuan di panggung politik, semakin besar peluang kebijakan yang berpihak pada perempuan,” ungkapnya. *** 

Editor : Dian Suryantini
#komunitas #kartini #perempuan #buleleng